
Heart.beat
November 18, 2008Aku kira aku sudah lupa bagaimana rasanya detak jantung. Setelah minggu lalu ujian dan cukup dihabisi.
Tapi hari ini berbeda.
Detak jantung bergerak cepat yang diikuti dengan tangan yang mendadak dingin dan wajah memerah, dan rasa tidak sabar menunggu sesuatu yang sedikit berlebihan.
Dan aku bertemu dia. Di dunia maya. Bercanda dan tertawa seperti biasanya. Syukurlah dia tidak melihat wajahku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya melihat wajahku yang bersemu merah bersembunyi di balik emoticon tersenyum dan gurauan-gurauan sinting.
Ah. Tapi sepertinya dia akan tahu. Gawat, waktunya menyiapkan topeng baru. Jangan sampai dia tahu. Bahwa detak jantung ini berdenyut lebih cepat saat dia muncul. Ah, reaksi tubuh memang tidak bisa dibohongi. Walau aku benci mengakuinya dan selalu mencoba menjauhinya.
Ah. Aku hanya bisa berdoa: Tuhan, berilah aku kekuatan untuk bisa menemuinya. Jangan biarkan aku terseret masa lalu dan mengulangi kesalahan untuk kesekian kalinya. Amin.


Manisnya…
ah… butterfly in your tummy and faster heartbeat, it’s a pleasant feeling, enjoy it sister
lo kok di posting sih, aku kan malu
entar kalo temen2 tau gimana hayo
hayuk online lagi, becanda dan tertawa lagi
eh ternyata kita punya perasaan yang sama ya
*dipentung sapu*
Let all go…
*peyuk eyat*
Pagi adek bandel bin .. bin apa yak? Bin banyak pulsaaaa
malem ell..
udah lamaaa gak kesini… maaph ya
how nice..
gak usah pake topeng sist.. biarin aja dia tau..
met menikmati heart-beat..