Mi CieLo

January 30, 2009

Seringkali aku menggunakan nama Mi CieLo atau CieLo di FS, atau di berbagai macam game. Orang lain mungkin sudah memaklumi, seringkali aku mengganti nicknameku sendiri. Tapi tidak semua orang tahu, kenapa aku memakai nama ini.

Mi cielo, artinya my sky atau my heaven. Aku mengambil pengertian yang pertama, karena dengan pertimbangan, nama itu sesuai yang aku inginkan.

Dalam hidupku, aku bertemu banyak bintang yang bersinar terang dan seringkali membantuku dalam perjalanan. Dari perjalanan itu, aku bertemu angin. Di saat angin berhembus sepoi-sepoi, aku bisa duduk sejenak dari perjalanan panjang dan melepas lelah. Saat angin menjadi badai, datang dan pergi menyayat hati, dia meninggalkanku dengan luka di hati.

Angin masih datang dan pergi, sesekali menyapa dan beberapa kali membawaku terbang dan menghempaskannya ke bumi. Tapi aku mencoba untuk terus berjalan, walau tertatih.

Aku bertemu dengan matahari. Cahayanya yang terang dan menghangatkan hati menjadi pelipur lara. Dia memanggilku bulan. Katanya, “Aku dan kamu berbeda, tapi aku tidak bisa lepas darimu. Seperti matahari dan bulan, walau mereka tak pernah bertemu, mereka tetap membutuhkan satu sama lain.”

Tapi aku tidak bisa menjadi bulan terus-menerus. Dan matahari tak selamanya terang dan hangat. Cahayanya bisa menjadi api yang membakar, cahayanya yang terang bisa menyilaukan mata bahkan membutakan.

Perjalanan masih panjang, dan aku memilih untuk menjadi langit. Dimana aku tetap bisa bertemu dengan matahari, dengan angin, dengan bintang tanpa harus kehilangan salah satu dari mereka. Apa yang aku miliki, bukanlah angin atau matahari, tapi hanyalah diriku sendiri. My sky, my heaven, mi cielo.

NB : tiba-tiba ingin cerita yang mellow. hehehe. Mungkin masih ada yang bingung aku ini cerita tentang apa. Sebenarnya ini adalah cerita kehidupan, dimana aku pernah bertemu dengan bermacam-macam orang, dengan kepribadian yang beragam, dan beberapa di antaranya pernah singgah di hati. Dan dari pengalaman itu, aku menarik benang merah, dan aku sadari aku tidak bisa bergantung sepenuhnya pada orang lain. Aku harus bisa mengandalkan diriku sendiri, tanpa harus mengabaikan orang lain.

Have a nice weekend, anyone…

Sudah hampir bertemu di akhir Januari, tapi setidaknya ini postingan pertama setelah tiga minggu berlalu.

Aku mencoba untuk lebih real dan konkrit dalam membuat wishlist. Tak hanya dari segi perasaan, tapi juga dari sesuatu yang bisa terlihat oleh orang lain. Aku tak akan memusingkan hal-hal yang tak bisa kuraih, tapi aku akan lebih fokus pada hal-hal yang bisa aku lakukan.

Aku akan terus berusaha, pantang menyerah, mencoba untuk berdiri dan berjalan walau tertatih, dan tetap tersenyum dalam menghadapi hidup. Aku akan berusaha sebaik mungkin, mewujudkan mimpi-mimpi yang pernah terkubur.

Aku tak menyesali atas apapun yang pernah terjadi padaku, karena hidup telah mengajariku sesuatu: tetaplah berharap, apapun yang terjadi, seburuk apapun itu.

Tetaplah berharap, untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Karena hidup lebih indah bila kita memiliki tujuan yang ingin kita capai.

Seorang teman pernah mengirimkan pesan padaku:
Jalan menuju BAHAGIA dan SUKSES tidak selalu lurus,
Ada tikungan bernama KEGAGALAN,
Ada bundaran bernama KEBINGUNGAN,
Tanjakan bernama TEMAN,
Lampu merah bernama MUSUH,
lampu kuning bernama KELUARGA.
Engkau akan mengalami ban kempes dan pecah, itulah hidup.
Tapi jika engkau membawa ban serep bernama TEKAD,
mesin bernama KETEKUNAN,
asuransi bernama IMAN,
pengemudi bernama TUHAN,
sampailah kau di daerah yang disebut
SUKSES dan BAHAGIA.

Good luck, have a wonderful life.

NB:

maaf belum bisa kemana2, n blom posting tentang Personal part 2. Next posting, Insya Allah.

Foto-foto di BNS (malem Natal kemarin) n foto2 Taun Baruan bisa dilihat di friendster & facebook

Need to watch : Honey and Clover

Anyway, ada cerpen terbaru dari seorang teman. Hope you like it ;)