Momo The Girl God of Death (Shinigami no Ballad)
August 30, 2009
“Saat seseorang meninggal, tentu akan ada orang yang ditinggalkan. Mereka yang merasakan penyesalan, mereka yang merasakan kehilangan. Mereka yang belum sempat mengucapkan selama tinggal, mereka yang tak sanggup melangkah terus ke depan. Pada mereka, akan datang seorang dewa kematian berwarna putih dan kucing hitamnya.”
Diadaptasi dari novel berjudul Shinigami no Ballad karya Keisuke Hasegawa, komik yang digambar oleh Asuka Izumi ini terdiri dari kumpulan cerita pendek yang berdiri sendiri, walau terkadang ada cerita yang memiliki benang merah dengan cerita sebelumnya. Semua memiliki inti yang sama: penyesalan dan kehilangan. Seringkali dalam suatu kehilangan, ada penyesalan yang dirasakan oleh yang ditinggalkan. Menyesal belum sempat meminta maaf, menyesal belum mengucapkan selamat tinggal, menyesal tidak berbuat apa-apa sebelum ditinggalkan… Saat itulah, seorang dewa kematian berwarna putih (Momo) dan kucing hitamnya (Daniel) akan datang dan mempertemukan yang meninggalkan dan yang ditinggalkan, agar penyesalan itu terselesaikan, dan kemudian yang meninggalkan bisa pergi dengan tenang dan yang ditinggalkan terus berjuang untuk hidup.

gambar dari sini
Kumpulan kisah yang lembut, sunyi, tapi terasa ramah dan menyelimuti tubuh kita dengan hawa yang tenang dan hangat. Rasanya kita bisa melewatkan waktu yang menyenangkan, lalu dipenuhi dengan kegembiraan, dan menemui banyak keajaiban setiap hatinya.
“Tersenyumlah dan tetap berjuang untuk hidup, karena kamu tak pernah sendiri… Aku akan selalu hadir di hatimu.”
Review : V for Vendetta (2006)
August 29, 2009
“Remember, remember, at 5th November…”

gambar dari sini
Kalimat di atas menjadi kalimat pembuka film yang diperankan Hugo Wavies dan Natalie Portman. Dengan latar belakang pemerintah Inggris yang totaliter di era masa depan, muncul pemberontakan yang dilakukan manusia bertopeng dengan kostum ala Guy Fawkes yang menjuluki dirinya V. Pada suatu 5 November, Old Bailey diledakkan dan membuatnya terlihat seperti letusan kembang api tepat jam 12 malam. Setelah itu, V mengatakan pada publik melalui televisi bahwa, “untuk mengetahui siapa yang bersalah atas semua yang terjadi, mari kita menatap cermin.” dan kepada orang-orang yang ingin bergabung dengannya untuk mengenakan topeng yang sama dan bergabung di Trafalgar Square, tepat 5 November, setahun sesudah peledakan ini.
Yang membuat aku jatuh hati pada film ini adalah alur cerita yang meyakinkan hingga saat kebenaran itu muncul, ternyata aku sudah tertipu sebelumnya. Begitu juga dengan aksen british V yang kental, dialog yang memukau di malam saat ia bertemu dan menyelamatkan Evey dari Fingermen. Dan tak lupa, klimaks yang memukau di akhir cerita, peluncuran kereta bawah tanah yang diisi dengan bom waktu dan rangkaian bunga mawar menuju Gedung Parlemen, yang diledakkan tepat 5 November pukul 12 malam diiringi dengan alunan musik klasik, dihadiri oleh masyarakat Inggris yang berkumpul di Trafalgar Square dengan mengenakan topeng V, mulai dari anak kecil hingga orang tua, menyaksikan peledakan Gedung Parlemen tersebut.
Jarang aku menonton film yang bisa membuatku jatuh hati dengan ceritanya, dan film ini adalah salah satunya
NB : aku belum pernah baca bukunya, jadi menurutku, film ini bagus
Komik.
August 5, 2009
Apa yang aku dapat dari sebuah komik? Banyak hal. Inspirasi dan semangat hidup, hiburan di saat suntuk, kekuatan imajinasi, renungan hari ini, dan tali untuk mempererat persahabatan
Tokoh-tokoh yang berkarakter bisa menjadi inspirasi untuk menjalani hidup dan bersosialisasi dengan orang lain. Misalnya:
Kurosaki Ichigo [1], si jabrik berambut oranye, awalnya hanya siswa SMU biasa, tapi sejak berurusan dengan Soul Society dan bertemu banyak orang, kawan atau musuh, dia berkembang menjadi seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya.
Honda Toru [2], seorang yatim piatu yang tegar dan selalu tersenyum tulus. Di balik kelemahlembutannya, ia memiliki kasih sayang dan sikap keibuan yang sangat kuat, sehingga tak hanya juunishi (12 shio dalam zodiak Cina) dan Ryo sang kucing yang jatuh hati padanya, tapi seorang Soma Akito yang egois, over-protektif, kesepian, dan merupakan seorang dewa dari juunishi yang membenci Toru pun tersentuh hatinya hingga ia bisa berubah dan seakan terlahir kembali.
Momo [3], seorang dewa kematian berwarna putih yang membantu manusia yang akan mati agar tidak menyesal nanti. Karena seringkali yang membuat mereka menyesal bukan karena apa yang telah mereka perbuat, tapi apa yang belum mereka lakukan di saat mereka masih hidup.
Memang banyak komik yang tidak mendidik atau hanya mengutamakan kisah cinta melulu [TM], tapi banyak pula yang memberikan kesan kuat, misalnya LIFE [4], yang bercerita tentang perjuangan seorang siswi SMA yang ditindas oleh teman-teman sekelasnya sendiri, atau RAINBOW [5], sekelompok anak berandalan yang pernah menjadi napi di Lembaga Pemasyarakatan Shonan dan berjuang untuk hidup selama disana dan melarikan diri setelahnya.
Komik tidak meracuni pikiran kok, selama bisa memilih isi yang bermutu dan dibaca sesuai aturan (dosis tidak berlebih)
Note:
[1] : tokoh utama komik Bleach – Kubo Tite
[2] : tokoh utama komik Fruit Basket – Natsuki Takaya
[3] : tokoh utama komik Shinigami no Ballad (Momo The Girl God Death – Asuka Izumi)
[4] : LIFE – Keiko Suenobu
[5] : RAINBOW – George Abe & Kakizaki Masasumi
Tipis.
August 2, 2009
Kata orang, cinta atau nafsu bedanya setipis kulit bawang.
Tapi seringkali saat nafsu yang mengambil alih semuanya, ada cinta yang menghentikan nafsu untuk berbuat lebih jauh. Mungkinkah..?
Let it go, let it flow. Everything has its answer, but maybe we have to waiting..

