#Note2Self

Yang kita butuhkan saat ini adalah : kemampuan mendengarkan tanpa menghakimi, melihat perbedaan tanpa menyakiti, memaafkan orang lain tanpa pamrih, berhenti membuat hidup jadi lebih dramatis dari seharusnya, lebih banyak bersyukur daripada mengeluh, dan memaafkan diri sendiri, untuk menjadi manusia yang tidak sempurna.

image

Hidup itu indah, kalau kita tahu cara bermain didalamnya. Yuk berhenti sejenak dari kegiatanmu yang melelahkan, nikmati es krim yang lezat di depanmu ini :)

Kids.

I don’t hate kids. I just feel awkward with them.

As the youngest child in family, I spent my childhood with mom’s assistant, playing by myself, or playing around with some neighbors. Both of my sisters were already teenagers and for sure they were in the school every morning.

I had a nephew when entered a junior high school, but still… it feels different than having a younger brother or sister, right?

Until now, I’m still unable to close easily with children. All I can do is smiling until they are smiling back at me.

Then I meet this child, a friend’s daughter. She’s 3 years old and fall asleep easily everytime I embrace her.

She’s cute, isn’t it? On that moment, even I imagined myself raising child <3

Hello, Najla. Nice to meet you.

[Movie] The Raid

Photobucket

Jadi ceritanya tiba-tiba nonton film ini adalah karena ada yang mengajak nobar dengan teman-teman IAAS yang lain. Dulu pernah nonton trailernya dan kelihatannya memang seru kalau ditonton di bioskop dengan efek suara yang lebih menggelegar. Kebetulan lagi butuh tontonan yang lain dari biasanya alias mencari film yang memacu adrenalin.

“Sekelompok tim SWAT tiba di sebuah blok apartemen yang tidak terurus dengan misi menangkap pemiliknya seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman.

Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi penyerangan mereka terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama menginstruksikan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar.

Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.”

(sinopsis dari Cinema 21)

Adegannya sendiri asyik, berdarah-darah, bunuh-bunuhan disyut close up. Beberapa memang ada yang janggal, dialognya malah terkesan lucu, apalagi logatnya yang kental. Tapi tekanan demi tekanan dan alur yang cepat bisa menutupi kekurangan ini. Adegan berkelahi dengan tangan kosong yang intens dan cukup lama awalnya keren, tapi lama-lama jadi mikir ini karakter-karakter utamanya pasti punya ilmu kebal atau kanuragan. Udah digebuk, dibanting, dipuntir, berdarah-darah, sempoyongan aja masih bisa baku hantam keras dan tepat sasaran. Endingnya sendiri buat saya tergolong datar. Mungkin karena saya nonton ini sambil bayangin Final Destination, dengan efek yang liar seperti saat mereka keluar tiba-tiba gedungnya meledak untuk menghilangkan barang bukti, atau mendadak ada sniper yang menembak waktu mereka meninggalkan gedung… oke imajinasi saya semakin liar :p

Nah dek himam, silakan pe-er reviewnya dikerjakan. Ada yang sudah nonton film ini dan punya pendapat yang berbeda?

Wisuda.

Besok adalah hari yang bersejarah untuk teman saya, dan adik-adik saya di kampus.

Saya jadi ingat dua tahun yang lalu. Wisuda, suatu acara yang penting-ga penting-tapi dipenting-pentingin, karena isinya memang berupa seremonial mendengarkan ceramah pak rektor-salaman-difoto-pake acara ngantri seribu orang pula. Televisi lokal menyiarkan acara wisuda, tapi tetap saja tak ada yang menonton di rumah. Make-up tebal dan heboh mulai subuh dan bisa mulai jam 3 jika salonnya antri rias wisuda semua. Pake selop berhak 5 cm mulai subuh sampai siang terik, biasa ga biasa harus dibiasakan, katanya. Begitu keluar dari gedung langsung disoraki dan dikerubuti teman-teman, adik-adik, dan kakak-kakak yang bersalaman dan cipika-cipiki, memberi bunga-bunga mawar dan ucapan selamat, difoto sana-sini berasa artis sehari. Ada si PW (waktu itu) yang dengan malu-malu minta difotoin bareng, tapi ujung-ujungnya dia yang jadi juru foto. Ayah dan ibu memakai kebaya dan jas lengkap dengan dasi, tersenyum bahagia sambil membuat foto kelulusan di depan fakultas. Ketika melihat senyum mereka, rasa penat dan gerah akibat make-up tebal dan toga kebesaran hilang seketika. At that time, you feel blessed, no matter how hard you have been living before.

졸업을 축하합니다! (Congratulations on your graduation!)

PS. Maunya pajang foto pas wisuda tapi ini kan temanya menyelamati teman yang akan wisuda besok, jadi ya…sudahlah :p

Aku Datang

Kamera, Check! Handphone, Check! Lightstick, Check! Lim Hyuna menggigit-gigit ibu jarinya. Memikirkan barang apa lagi yang seharusnya atau sebaiknya ia bawa. Hari itu hari Minggu pagi namun ia telah berpakaian rapi. Ia bahkan telah mencuci rambutnya, memakai sentuhan bedak pada wajahnya, dan memoleskan pemerah bibir pada bibir tipisnya. Masih berpikir, ia mondar-mandir di dalam kamarnya. Kemudian ia berpikir dan menjentikkan jarinya seperti dalam film-film saat seseorang memiliki ide cemerlang. “Ah ya, Bodoh sekali aku ini. Aku belum menyiapkan uang dan tiketnya!”.

Continue reading

Doodling for New Year

First thing first, abaikan grammar saya yang berasal dari antah-berantah. Perhatikan saja doodling bikinan saya itu. Sudah lama sekali ga bikin doodling dan ternyata doodling itu super menyenangkan :)

Kalo ada yang merhatiin tulisan hangeul di gambar balon terbang itu (iya itu gambar balon terbang, bukan kue mochi yang mengembang waktu dipanggang), artinya adalah, “Smile will bring in luck.”

Sebuah pengharapan di tahun yang tak lagi baru.

Note: sumber inspirasi berasal dari Goodnight Little Spoon. Sekali pergi kesana, bisa betah berjam-jam mengamati kolase dan segala macam barang kerajinan tangan atau barang antik didalamnya. Bahasa Korea bisa dipahami dengan mudah lewat Talk To Me in Korean. Yahooo~~

Handwritten.

Kapan terakhir kamu menulis surat untuk seseorang secara manual? Atau lebih tepatnya, kapan kamu menulis catatan tangan dengan pensil atau pena di atas kertas?

Saya orang yang percaya bahwa tulisan tangan bisa menyalurkan lebih banyak emosi daripada mengetik dengan keypad ponsel atau keyboard komputer. Saya cenderung berkata lebih banyak di surat daripada mengetik dimanapun. Dan saya lebih menghargai apapun dalam bentuk tulisan tangan, atau segala sesuatu yang bersifat personal. Surat, kartu pos, kamera analog. Muatan emosionalnya lebih melimpah, sampai foto, surat-surat atau notes-notes percakapan labil antara saya dan teman-teman sepermainan saat SMP pun masih saya simpan. Tak perlu mesin waktu, tak perlu laci meja belajar Nobita untuk kembali ke masa lalu. Cukup duduk dan membuka kotak surat yang berdebu.

Kita semua menyimpan sejarah lebih banyak dari siapapun.

My Chaotic World with Toy Camera

Apa yang saya cari dan dapat dari toycam? Unsur kejutan yang tak bisa didapat saat menggunakan kamera digital atau software. Namanya juga hobi, walau mahal dan tidak praktis pasti dilakoni juga. Sama seperti penggemar model kit gundam atau action figure. Kalo orang awam ngeliat, buat apaan itu? Ribet, mahal, ujung-ujungnya cuma buat pajangan. Tapi namanya juga cinta, selalu ada alasan kenapa orang menggemarinya. Mereka melihat dari sisi lain yang orang awam tak bisa lihat. (8 Juni 2011)

Continue reading

Curcol Sebulan

…November pun berakhir dengan tergesa-gesa ya. Saya masih punya beberapa hutang, salah satu diantaranya posting tentang toy camera dan roll filmnya tapi sepertinya saya butuh katalis yang cukup banyak untuk membangkitkan hasrat untuk menulis kembali :|

Jadi…salah satu hal yang saya coba untuk adalah mencatat hal-hal di bulan November. Maaf saya curcol lagi kali ini, tinggalkan segera jika ga kuat mental :)

Continue reading

The Good Old Days.

Meeting and meeting. Met my new and old colleagues. Too many headache in the office, but keep struggling anyway. Received a letter. Writing a letter. Listening and humming: Adele, The Script, Tablo, Mika Nakashima. Had the superb dinner with close friends: ‘cumi-cumi lada hitam’, ‘seafood okonomiyaki‘, ‘fried chicken, french fries and chicken cream soup‘, ‘terang bulan ijo-with tons of ground peanuts, blueberry jam, meises and cheese-cost only IDR 8000′ (thx God I didn’t have any cheap food allergy). Well, I’m good on remembering delicious food :9

When I opened my fist, a handshake was welcoming me
When I opened my closed heart, when people’s applause was welcoming me
The wrinkles in my forehead straightened
And the sky was full of smiles
Exciting the smiley glands
I swallow a mouthful of happiness
(Thankful Breath – Tablo)

PS. The picture was taken with my old pocket camera, Premier BF-650 + Kodak Color Plus ISO 200 (Redscale). I’m currently writing an article about lo-fi camera & film but… I’ll save it for tomorrow.

Ada sesuatu yang menarik di minggu-minggu kemarin? Mari berbagi disini. Have a nice weekend :)

Say Hello to Roboholic

F2000032

F2000030

F2000029

More Photos

Blog Stats

  • 32,252 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 15 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.