The Butterfly Effect

Only Ellya. And her small world

Helpless When He Smiles May 7, 2008

Hehehe. Ini bukan lagu bajakannya Backstreet Boys yang “Helpless When She Smiles”, tapi emang lagu ini lagi pas banget untuk sore ini…

She keeps the secrets in her eyes
She wraps the truth inside her lies
And just when I can’t take what she’s done to me
She comes to me
And leads me back to paradise

She’s so hard to hold
But I can’t let go

I’m a house of cards in a hurricane
A reckless ride in the pouring rain
She cuts me and the pain is all I wanna feel
She dances away just like a child
She drives me crazy, drives me wild
But I’m helpless when she smiles (oh when she smiles.. she smiles..)

Maybe I’d find it if I could (Maybe I’d find it if I could)
It hurts so bad, but feels so good
She opens up just like a rose to me
When she’s close to me
Anything she asked me to, I would

It’s out of control
But I can’t let go

I’m a house of cards in a hurricane
A reckless ride in the pouring rain
She cuts me and the pain is all I wanna feel
She dances away just like a child
She drives me crazy, drives me wild
But I’m helpless when she smiles (oh no.. when she smiles..)

When she looks at me (When she looks at me)
I get so weak

I’m a house of cards in a hurricane
A reckless ride in the pouring rain
She cuts me and the pain is all I wanna feel
She dances away just like a child
She drives me crazy, drives me wild
But I’m helpless when she smiles (oh when she smiles… when she smiles.. she smiles…..)

NB : thx 4 the lyric

Ya Tuhan, aku sangat bersyukur karena semua do’a dan permohonanku selalu Engkau kabulkan. FYI, beberapa hari yang lalu, saat the heart-breaker membalas smsku, aku memohon pada-Nya untuk bisa mempertemukanku dengannya, walau hanya sekejap saja.

Dan hari ini, setelah menanti selama 2 jam (6 bulan bila dihitung terakhir kali dia ke rumah), walau hanya 2 menit bertatap muka, aku berusaha mati-matian untuk tetap tersenyum, menahan air mata, tidak luluh dengan senyumnya yang khas, berusaha untuk tidak berdekatan dengannya, karena aku takut untuk kembali jatuh cinta padanya…

God I’m helpless when he smiles… huee

 

Sindrom Angkatan Tua April 30, 2008

Filed under: Life o Life!, kenyataan perasaan — evillya @ 5:11 pm

Bila Anda masih/pernah kuliah dan berada di semester 6 ke atas, pernahkah Anda merasa super malas untuk mengerjakan tugas ataupun belajar untuk ujian?

Itu yang terjadi padaku, dan ternyata juga dialami oleh teman-teman sejawat :p

(Dari dulu sebenarnya sudah malas, tapi entah kenapa akhir-akhir ini malasnya luar biasa sampai aku jadi takut untuk bermimpi, takut untuk mewujudkan impian jaman purbakala, takut untuk menghadapi segalanya…)

Ada solusi?

 

apa dan siapa saya (idih siapa sih gw??) April 23, 2008

Filed under: Life o Life!, hari pembebasan, kenyataan perasaan, narsis — evillya @ 1:06 pm

Di tengah-tengah ujian yang menggoda menggila, tiba-tiba ada sambitan dari om noki bwat nulis tentang pengenalan diri. Hayah, apaan lagi itu? Ya, walaupun aku sudah blogging sejak SMA (2004), tapi sepertinya tak semua orang mengerti tentang aku (ya iyalah). Jadi untuk menghibur (bukan topeng monyet), maka inilah kata pengantarnya…

I’M PASSIONATE ABOUT
1. Makan. Hidup memang bukan untuk makan, tapi makan juga penting untuk hidup (maksud loh?). Dikarenakan hobi makan inilah, masa pertumbuhan pun dilewati dengan perkembangan ke atas… dan ke samping (atau ke depan?).

2. Jepang, cute-stuff, manga/anime, food tech-things, musik, game, self-help guide. Jadi jangan heran kalau Anda bertemu dengan saya yang sedang jongkok, nempel di kaca, memandang penuh harap untuk memiliki Death Note-stuff di suatu etalase…

Mostly I say
1. gyabo~ = frase ini bisa Anda temukan di Nodame Cantabile (baik di komik maupun Live Action). Ngomong-ngomong Tamaki Hiroshi memang keren sekali *bletaks*

2. cape dee… = bukan hanya capek berjalan keliling kampus, tapi juga capek menghadapi pernyataan-pernyataan tak bermutu atau hal-hal aneh di sekitar.

3. nggateli = bukan karena gatal-gatal ataupun ingin menggaruk, tapi memang ada saja orang-orang dengan tingkah laku yang ajaib, bisa menyenangkan atau malah bikin orang pingin masukin dia ke tong sampah. Kalimat lengkap yang mungkin Anda pernah dengar di kalangan Food-tech ‘05 Unibraw, “Nggateli arek iku, Pak!” (tak disebutkan yang diajak bicara itu memang bapak-bapak atau bukan).

4. kampret = salah satu “kebon binatang” yang aku suka bawa kemana-mana, terutama dalam menghadapi orang ataupun hal-hal yang menjengkelkan. Tidak patut ditiru, sebenarnya.

I’ve just finished reading
1. Komik yang lucu dan menghibur (Sentaro, Yotsuba, Happy Cafe, Perfect Girl Evolution)

2. Diktat kuliah + fotokopi catatan teman + catatan sendiri. Obat tidur bagi penderita insomnia.

bila umur masih panjang before I die, I want to…
1. Naik haji sama orangtua

2. Keliling dunia (setidaknya aku pingin banget ke Jepang dan Eropa). Ga tau napa, padahal aku bukan orang yang suka berani ambil resiko untuk kemana-mana sendirian.

3. Memastikan bahwa hutang-hutangku sudah lunas dan tidak ada orang yang merasa tersakiti lagi (setidaknya sudah direlakan untuk mati, misalnya :p)

I love listening to…
1. Apa aja selama masih bisa diterima kuping. Tapi saat ini yang paling sering didengarkan adalah lagu-lagu mellow ala Kahitna atau lagu-lagu dugem ala Audition. Bertolak belakang sebetulnya, tapi itulah saya :)

2. Cerita lucu dari teman-teman kalo lagi ngumpul atau curhatnya seseorang.. (ehm, sapa ya?)

What my friends like about me…
Aneh. Gokil. Suka senyum-senyum sendiri. Rajin mencatat (bila dirasa sudah tak bisa mengandalkan orang lain). Perhatian. Pendengar yang baik (selama dikasih sesajen sumbangan makanan secukupnya). Bisa diajak kemana-mana (mulai dari maen game bareng, karaokean sampai cariin kado buat pacarnya teman-sampai dikira pacaran beneran).

Last year I’ve learned…

1. Kalo cinta itu tak hanya membutuhkan perhatian dari 1 pihak, tapi juga komitmen kedua belah pihak untuk menjaga kelangsungan cinta tersebut… deu jadi ingat posting ini.

2. Persahabatan itu seperti lentera. Memberi cahaya, membantu dalam perjalanan, dan membuatmu tentram.

3. Bahwa yang namanya tabungan “sabar” itu harus diisi terus-terusan, bukannya ditarik terus-terusan. Diam dan bersabar itu ada batasannya. Kalau tidak diimbangi dengan motivasi diri dan komitmen untuk tetap percaya, coba saja… Pasti rasanya jengkel bahkan hanya karena liat muka orang itu (seperti sekarang).

4. Bahwa yang namanya belajar sepeda motor, jangan mbonceng orang yang juga ga bisa naik sepeda motor, daripada mendadak jadi Fear Factor (ini hasilnya).

Sambitan ini silahkan dilanjutkan oleh para komentator dan juri vote lock :p

 

Di suatu sore. April 15, 2008

Filed under: Life o Life!, kenyataan perasaan, mellowholic, writing — evillya @ 10:37 am

Sebelum aku bercerita, ada yang ingin kutanyakan.

WordPress ganti design ya?? (ditimpuk sandal, baru tau nih). Tapi kok jadi sebagian berbahasa Indonesia. Jadi bingung. Lagipula rasanya lebih nyaman dalam bahasa Inggris. Semakin bingung saat membaca “numbering” jadi “senarai berurutan” (maap bahasa Indonesia saya ga pernah dapat 9 :p)

Apa kabar teman-teman semua? Yang disana..?? (aduh jadi kayak jumpa fans gini :p)

Masih berjumpa dengan mahasiswi yang pemalas dan suka makan ini. Maklum masih dalam rangka UTS, stress + mendadak sering belajar = nafsu makan menggila :p

Begitu juga hari ini. Ujian yang gampang-gampang susah (soalnya gampang, jawabnya susah) si Kapita Selekta telah dilalui. Selesai ujian pun masih ada saja yang bertingkah aneh. Sertifikat dan vandel yang terlupakan. Surat pengantar PKL yang terselip entah kemana (biarkan petugas Akademik yang mengurus). Proposal PKL dan IRN 2008 yang (lagi-lagi) terlupakan. Dan sejumlah kerikil-kerikil kecil yang membuatku tersandung.

Dari pinggir jalan

Tak biasanya aku pulang sendiri. Biasanya aku pulang dengan teman-temanku yang tak pernah berhenti berbicara sepanjang perjalanan, atau nebeng teman yang bawa sepeda motor hingga gerbang depan. Tapi tidak hari ini. Dan mau tak mau, rasanya ada yang hilang. Padahal dulu aku begitu terbiasa berjalan sendiri. Kini saat aku harus berjalan sendiri lagi, semuanya terasa ganjil. Pernahkah kamu merasakan hal yang sama?

Dan alhasil dengan semua perasaan yang aneh itu, bukannya langsung pulang, aku malah mampir dulu ke mall yang sekarang sepi gara-gara ada Mato*. Makan di KF*, sendirian. Dulu aku terbiasa makan sendiri. Sekarang semuanya terasa ganjil. Aku malah ingat kenanganku dengan Adek sebelum dia berangkat ke Jerman. Tapi itu sebatas kenangan. Sebagai gantinya, aku coba produk baru, Salsa Crispy. Ternyata itu tortilla dipotong-potong dan ada bumbunya yang pedas tapi enak. Ada potongan entah tomat atau pepaya, yang penting enak :p

Untuk menghilangkan rasa kesepian (seperti anak hilang), aku buka e-mailku, dan membalas e-mail sahabatku yang sekarang bekerja di Jerman. Miss u, Lyt. I’ve replied ur message :)

Dan ketika aku pulang, aku menemukan kehangatan yang aku rindukan. Kehangatan keluarga. Minus durian yang baru mereka beli tentunya. Dengan wajah sumringah dan bau durian kemana-mana. Durian memang bukan makanan manusia :p :p (maap bagi pecinta durian :p)

Selamat sore, selamat menikmati senja.

NB : Foto tersebut aku ambil saat aku baru turun dari angkot, dalam perjalanan pulang. Senja selalu menjadi obyek yang menarik untuk diabadikan…

 

Nightmare.again. March 5, 2008

Filed under: Life o Life!, angry, kenyataan perasaan, nightmare — evillya @ 1:15 pm

Kali ini sepertinya mengacu pada kondisiku akhir-akhir ini. Kelelahan tanpa sebab yang jelas (jelasnya banyak berpikir), pikiran kacau, mudah emosi, dan tugas-tugas yang melimpah tapi tak sanggup untuk bilang tidak.

Jadi ceritanya aku disuruh orangtuaku membeli sesuatu-entah-apa-tu di lokasi yang lumayan jauh (sekitar kampus). Aku dibekali sepeda motor matic (yang bisa aku pakai, walo belom ahli :p). Trus tiba-tiba muncul Sophia Latjuba (ga tau gimana caranya ko ada orang ini :p) yang mau pinjem sepedaku itu, dituker sama sepeda motornya yang bukan matic. Tanpa banyak basa-basi dan aku belum sempat bilang tidak, dia sudah kabur duluan bawa sepedaku. Bimbang harus memilih antara bawa sepeda motor yang ga jelas ntar nasibnya, atau naik angkot padahal da malem (yah saya kan angkoters :p), aku putuskan yang kedua.

Dalam perjalanan ke tempat biasa aku nyegat angkot, aku bertemu sahabatku. Dia meminta tolong untuk menjagakan anjingnya yang super galak-tampang anjing herder untuk jalan-jalan. Dia sendiri terlihat sangat sibuk dan kacau. Aku yang tak bisa berkata tidak (padahal aku ga begitu suka anjing. Suka liatnya, takut ndeketinnya) pun mengajak anjing itu jalan-jalan. Dicakar (emang kucing?), digigit, dsb menjadi makanan utama. Tapi aku tetap gigih dan membelainya walau aku digigit (padahal terakhir digigit hewan adalah saat digigit hamsternya Mbak Fa *kedipz*). Setelah mengajaknya jalan-jalan, aku kembalikan ke pemiliknya.

Di tempat nyegat angkot, aku bertemu dengan pengemis yang abis dimaki-maki orang (aku lupa alasannya). Karena kasihan, aku berikan uang itu. Padahal itu adalah ongkos aku untuk pulang-pergi.

P ada akhirnya, karena tak ada uang dan sudah kemaleman, aku putuskan kembali ke rumah, dengan tangan kosong.

Sounds similar? Inginnya bertingkah seperti malaikat, menerima tugas tanpa mengeluh, mengerjakan semuanya dengan baik, dan tetap tersenyum. Tapi nyatanya orang-orang pada ngelunjak minta dibuatin ini-itu, hal-hal yang sepele, karena kamu tidak bisa bilang TIDAK.

Hal-hal yang kecil dan sepele lambat laun menjadi beban di pundak dan di pikiran, terutama dengan bodohnya kamu sering menunda-nunda pekerjaan satu demi pekerjaan yang lain. Dan ketika pekerjaan itu ga beres, mereka akan menyalahkan dan menganggap betapa tidak becusnya kamu.

Aw. That’s hurt, anyway. Mungkin ada yang bilang, “Lo ko cengeng banget sih? Kenapa ga bisa nolak pekerjaan itu kalo ga sanggup? Kenapa lo cuma bisa ngeluh tapi pekerjaan lo ga becus? Ngaca dong ngaca!!”

Aw. Itu lebih menyakitkan lagi *nyengir*

 

Hujan Meteor (mungkin lain kali) December 15, 2007

Hmm. Entah kapan bisa liat hujan meteor. Dulu pernah sih liat bintang jatuh di Kondang Merak (yang mana sebenarnya lebih terlihat titik cahaya yang bergerak ^^).

Walaupun begitu, keajaiban itu tetap ada. Hari Rabu-Kamis kemarin aku nginep di lab (dalam rangka praktikum tentunya. Bab Laju Pertumbuhan Spesifik, ngamatin kadar biomassa n kadar gula reduksi yang dimakan Saccharomyces cerevisiae :p), sedangkan hari Jumat pengamatan terakhir. Bersama teman-teman yang baik hati dan sangat perhatian, aku merasa nyaman dan senang. Arigatou gozaimashita! \^o^/

Seringkali kejadian aneh dan lucu muncul saat itu. Pertengkaran asisten-praktikan (kataku, “sinetron jaman kini” :p), banyak penampakan di malam Jumat Kliwon, salah buang sampel, spektrofotometer yang rusak, nonton hentai (:p), ngerjakan laporan bareng, cari nasi goreng jam 1 pagi di ITN, nonton begitu banyak laron berkerumun di bawah lampu jalan, dsb. Jadi kangen…

Hujan meteor, mungkin lain kali kita bisa bertemu. Dan saat ini, kebahagiaan bersama teman-teman sudah cukup bagiku :)

 

Weekend, anyway. December 9, 2007

Hari-hari yang cukup menyenangkan. Relaksasi di rumah dengan baca komik seharian (walo via online), nonton Quickie Express dengan teman lama, dengerin WSTCC, The Adams, Orange Range, cari resep jajanan Jepang…

Yah walau sedikit iritasi karena bertemu dengan orang itu (dan dengan mudahnya kita bersikap nothing-happened-between-us-before). Mungkin terkesan palsu, tapi mungkin ini yang terbaik :)

“Berusahalah menjalani hidup dengan cara yang berbeda setiap hari, ” kata Kuu pada Kyoko (Skip Beat! lupa chapter berapa, sekitar 109-110 kyanya ^^)

NB : besok praktikum seminggu penuh, mo bikin yoghurt. Yay! \^o^/

 

Ini bukan apa-apa. December 5, 2007

Filed under: Life o Life!, kenyataan perasaan, mellowholic, unexpected, writing — evillya @ 9:51 am

Yayaya. Hidup ya begitulah, up and down. Ada siang dan malam. Masalah datang dan pergi. Tapi tetap saja aku selalu melarikan diri di saat aku tak tahan lagi.

I just can’t handle those problems anymore. For this time. So please, just let me relax and calm down…

Dan begitulah, semakin aku melarikan diri dari kenyataan, semakin under-pressure pula yang aku rasakan. Feeling guilty.

“Apapun akan aku lakukan, selain mengerjakan tugas-tugas yang ada,” frase yang diungkapkan seorang kawan yang juga mengalami nasib yang sama. Hahaha. Jadi, sampai kapan aku harus memandang hujan dan tak melakukan apa-apa?

Thx 4 the picture

 

Sakit Gigi vs. Sakit Hati December 3, 2007

Mana yang lebih menyakitkan, sakit gigi ato sakit hati?

Menurut saya, sakit gigi itu menyakitkan dalam jangka pendek, dan terasa lebih nyata.

Dan sakit hati itu menyakitkan dalam jangka panjang, pelan tapi pasti.

Bagaimana kalo dua-duanya? Combo attack! Dan itulah yang saya rasakan. Huhuhu.

Gigi senut-senut karena banyak makan coklat (yay!). Hati senut-senut karena orang itu sadar ga sadar mecahin hati ini lagi. Padahal aku tau kalo aku ga bisa bersama dia lagi. Tapi ternyata masih terasa perih juga…

Cape dee. Apa ngecengin anak IOP 15 aja ya? Hohoho. Brondong-brondong ada yang manis ga ya? :D :D

 

Siang dan Malam November 28, 2007

Tentu saja, ini tentang perbedaan, terutama suasana. Di kampus, di lab (apalagi tadi baru nge-lab, FYI. he3), guyonan, ketawa ngakak di depan temen-temen, cerita-cerita aneh, dan suasana yang ramai. Setelah nyampe rumah, suasana sepi dan hening.

Rasanya aneh.

Rasanya aku seperti beradaptasi lagi dengan suasana rumah yang sunyi. Dan aku merindukan tawa dan suara teman-teman. Padahal belum 2 jam aku pulang nge-lab.

Hmm.

BTW, gimana tadi kopdar di SS-nya? Ditunggu oleh-olehnya :p