Aku tak ingin bermimpi malam ini,
karena mimpi hanya menyeretku jauh ke dalam kerinduan yang lebih tinggi.
menamparku keras-keras dan menghadapkanku pada alam bawah sadarku.
pada kecemasan yang aku bawa bersama bayanganku,
pada kerinduan akan bintang yang menerangiku,
pada kebencian yang bersembunyi di sudut hatiku,
pada air mata yang menggenang setiap kali aku merasa rapuh.

Aku lelah bermimpi,
dan malam ini,
ijinkan aku tertidur lelap tanpa harus terbangun dan mendekap harapan erat-erat,
menghapus rintik hujan yang turun di hatiku.

salahkah aku bila aku merindukan musim semi di tengah malam, sayang?

Your smile.

May 16, 2009

Aku mengira aku bisa melupakannya seiring waktu berjalan, tapi…
Dia tetap ada di situ, di sudut hatiku.
Melihat senyumnya lagi, adalah suatu kebahagiaan tersendiri.

Listening to: With You – Chris Brown & Stolen – Dashboard Confessional (You’ve stolen my heart, Edward.)

Datang.

May 11, 2009

Hari ini, setelah sekian lama dia menghilang tanpa jejak, dia muncul di hadapanku.
Dia, yang pernah kupanggil dengan nama matahari terbit.
Dia tetap bercahaya, tapi sinarnya terasa menyakitkan. Di sudut ruang aku menyendiri, menjauhi sinarnya setiap kali mendekat. Aku tak tahu apa yg dia pikirkan saat dia melihatku, yang dingin dan membeku. Aku tak perduli, dan tak ingin perduli lagi.
Bagiku biarlah bintang-bintang penerang yang menemani malamku, tersenyum selalu, menikmati hari bahagia saat itu.

Happy bday, yis. makasih traktirannya. kadonya nyusul :-)

Datang.

May 11, 2009

Hari ini, setelah sekian lama dia menghilang tanpa jejak, dia muncul di hadapanku.
Dia, yang pernah kupanggil dengan nama matahari terbit.
Dia tetap bercahaya, tapi sinarnya terasa menyakitkan. Di sudut ruang aku menyendiri, menjauhi sinarnya setiap kali mendekat. Aku tak tahu apa yg dia pikirkan saat dia melihatku, yang dingin dan membeku. Aku tak perduli, dan tak ingin perduli lagi.
Bagiku biarlah bintang-bintang penerang yang menemani malamku, tersenyum selalu, menikmati hari bahagia saat itu.

Happy bday, yis. makasih traktirannya. kadonya nyusul :-)

Memaafkan, ternyata tidak semudah melupakan. Melupakan, menghapuskan seseorang atau sebuah kenangan di masa lalu memang sulit, tapi memaafkan seseorang yang berbohong padaku, padahal aku sudah menaruh kepercayaan seutuhnya padanya, lebih sulit dari melupakan.
Saat melupakan, semua emosi atau perasaan yang pernah ada, lenyap tak berbekas. Jika teringat pun, hanya seperti menonton film bisu tanpa terhanyut oleh emosi. Seperti membaca buku sejarah, tanpa merasa pernah terlibat di dalamnya.
Saat harus memaafkan, perasaan tersakiti, dikhianati, dijatuhkan dari langit, dihancurkan berkeping-keping menjadi satu. Emosi yang menghalangiku untuk memaafkannya. Tapi ketika emosi itu terus menyakitiku, mau tak mau aku harus merelakannya. Memandangnya dari sisi yang lain, menenangkan diri, dan memaafkan dengan senyum yang tulus. Merekatkan kembali hati yang jatuh berkeping-keping, sendiri.
Aku bisa memaafkanmu, tapi aku tak pernah bisa melupakan yang pernah terjadi, berikut dengan emosi yang aku rasakan saat itu.
Maaf. Aku bukan malaikat, aku hanya manusia biasa.

12:11. bersama secangkir teh panas.