Perjalanan.
November 28, 2009
Dalam sebuah senja, aku berhenti sejenak untuk melangkah.
Setelah terseret dan terjatuh bersama badai,
aku menyambut pelangi di ujung hari.
Ini sebuah perjalanan yang tak selalu mulus.
Diam bukan berarti marah, hilang bukan berarti lepas.
Sadari perbedaan dan jadilah pengertian.
Bukankah segala sesuatu yang kamu terima adalah jawaban dari semua doa?
Saat kamu meminta ketabahan, Dia memberi cobaan.
Saat kamu meminta pengertian, Dia memberikan perbedaan.
Saat kamu meminta jawaban, Dia memberikan pertanyaan dan petunjuk untuk kau jawab sendiri dengan kata hatimu.

Tak Ingin Bermimpi (Malam Ini).
November 23, 2009
Aku tak ingin bermimpi malam ini,
karena mimpi hanya menyeretku jauh ke dalam kerinduan yang lebih tinggi.
menamparku keras-keras dan menghadapkanku pada alam bawah sadarku.
pada kecemasan yang aku bawa bersama bayanganku,
pada kerinduan akan bintang yang menerangiku,
pada kebencian yang bersembunyi di sudut hatiku,
pada air mata yang menggenang setiap kali aku merasa rapuh.
Aku lelah bermimpi,
dan malam ini,
ijinkan aku tertidur lelap tanpa harus terbangun dan mendekap harapan erat-erat,
menghapus rintik hujan yang turun di hatiku.
salahkah aku bila aku merindukan musim semi di tengah malam, sayang?
Lovely.
September 9, 2009
Kata teman-teman, aku ga bisa jauh2 dari makanan. Bisa jadi benar, karena teman-teman tidak mau jauh-jauh dari aku yang sering membawa makanan *ehem sapa ya*.
Hari ini temanya puding cokelat. Aku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama di etalase kaca sebuah toko roti. Walau pada pandangan pertama aku tak berani langsung menyentuhnya, dan hanya bisa tersipu malu saat bertatapan dengannya. Akhirnya pada kunjungan kedua aku memberanikan diri untuk mengajaknya keluar. Benar dugaanku, dia begitu menggoda tapi manisnya tak pernah membuatmu bosan. Sejak saat itu aku sering mengajaknya keluar, entah saat aku sendirian atau bersama sahabatku.
Malam ini, lewat tangan sahabatku, aku bertemu dengannya lagi. Menemaniku dalam sepi dan galau. Lembut, manis dan menenangkan. Memang tak bisa menjadi pengganti kehadiran orang-orang tersayang, tapi tetaplah menjadi obat pemulih senyum yang tidak terukir sebelumnya
Pantas Sakaki Makio (My Boss My Hero) begitu suka dengan St.Agnes pudding *plaks*
Dengan sederhana.
May 18, 2009
Aku hanya ingin menjalani hidup dengan pemikiran yang sederhana, melepaskan sedikit beban yang tak perlu dipanggul dalam perjalanan. Mencoba beradaptasi dengan kesederhanaan, menguraikan benang kusut dalam pikiran. Beristirahat saat lelah, memberi kesempatan pada tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. Ini sebuah perjalanan yang panjang..
Jangan kuatir, kamu tak pernah sendiri…
Forgiving, or forgetting?
May 1, 2009
Memaafkan, ternyata tidak semudah melupakan. Melupakan, menghapuskan seseorang atau sebuah kenangan di masa lalu memang sulit, tapi memaafkan seseorang yang berbohong padaku, padahal aku sudah menaruh kepercayaan seutuhnya padanya, lebih sulit dari melupakan.
Saat melupakan, semua emosi atau perasaan yang pernah ada, lenyap tak berbekas. Jika teringat pun, hanya seperti menonton film bisu tanpa terhanyut oleh emosi. Seperti membaca buku sejarah, tanpa merasa pernah terlibat di dalamnya.
Saat harus memaafkan, perasaan tersakiti, dikhianati, dijatuhkan dari langit, dihancurkan berkeping-keping menjadi satu. Emosi yang menghalangiku untuk memaafkannya. Tapi ketika emosi itu terus menyakitiku, mau tak mau aku harus merelakannya. Memandangnya dari sisi yang lain, menenangkan diri, dan memaafkan dengan senyum yang tulus. Merekatkan kembali hati yang jatuh berkeping-keping, sendiri.
Aku bisa memaafkanmu, tapi aku tak pernah bisa melupakan yang pernah terjadi, berikut dengan emosi yang aku rasakan saat itu.
Maaf. Aku bukan malaikat, aku hanya manusia biasa.
12:11. bersama secangkir teh panas.
Sendiri.
April 28, 2009
Seringkali orang tak terbiasa untuk sendiri. Makan sendirian di sebuah restoran serasa menjadi orang yang kesepian. Sendirian di tempat umum membuat perasaan tak nyaman. Sendiri tanpa pacar membuat orang terus mencari dan mencari orang yang tepat untuknya.
Tapi kadang-kadang sendirian tidak selalu berarti kesepian. Makan sendirian, bisa berarti menyantap hidangan sesuka hati, tanpa harus terburu-buru atau menunggu orang lain selesai makan. Sendirian di tempat umum bisa berarti pergi kemanapun sesuka hati, tanpa harus menuruti kemana orang lain ingin pergi. Sendiri tanpa pasangan bisa berarti bebas pergi kemanapun dengan siapapun tanpa ada yang cemburu, tak ada jadwal khusus untuk telepon atau ketemuan, tak ada yang merasa tersisihkan bila lebih memilih jalan dengan teman-teman atau berkumpul dengan keluarga.
…dan terkadang di saat orang marah atau sedih, mereka butuh waktu untuk sendiri. Sedikit ruang untuk bebas bergerak, dan waktu untuk menjadi diri sendiri.
12:47, Masjid Raden Patah, Malang.
Mi CieLo
January 30, 2009
Seringkali aku menggunakan nama Mi CieLo atau CieLo di FS, atau di berbagai macam game. Orang lain mungkin sudah memaklumi, seringkali aku mengganti nicknameku sendiri. Tapi tidak semua orang tahu, kenapa aku memakai nama ini.
Mi cielo, artinya my sky atau my heaven. Aku mengambil pengertian yang pertama, karena dengan pertimbangan, nama itu sesuai yang aku inginkan.
Dalam hidupku, aku bertemu banyak bintang yang bersinar terang dan seringkali membantuku dalam perjalanan. Dari perjalanan itu, aku bertemu angin. Di saat angin berhembus sepoi-sepoi, aku bisa duduk sejenak dari perjalanan panjang dan melepas lelah. Saat angin menjadi badai, datang dan pergi menyayat hati, dia meninggalkanku dengan luka di hati.
Angin masih datang dan pergi, sesekali menyapa dan beberapa kali membawaku terbang dan menghempaskannya ke bumi. Tapi aku mencoba untuk terus berjalan, walau tertatih.
Aku bertemu dengan matahari. Cahayanya yang terang dan menghangatkan hati menjadi pelipur lara. Dia memanggilku bulan. Katanya, “Aku dan kamu berbeda, tapi aku tidak bisa lepas darimu. Seperti matahari dan bulan, walau mereka tak pernah bertemu, mereka tetap membutuhkan satu sama lain.”
Tapi aku tidak bisa menjadi bulan terus-menerus. Dan matahari tak selamanya terang dan hangat. Cahayanya bisa menjadi api yang membakar, cahayanya yang terang bisa menyilaukan mata bahkan membutakan.
Perjalanan masih panjang, dan aku memilih untuk menjadi langit. Dimana aku tetap bisa bertemu dengan matahari, dengan angin, dengan bintang tanpa harus kehilangan salah satu dari mereka. Apa yang aku miliki, bukanlah angin atau matahari, tapi hanyalah diriku sendiri. My sky, my heaven, mi cielo.
NB : tiba-tiba ingin cerita yang mellow. hehehe. Mungkin masih ada yang bingung aku ini cerita tentang apa. Sebenarnya ini adalah cerita kehidupan, dimana aku pernah bertemu dengan bermacam-macam orang, dengan kepribadian yang beragam, dan beberapa di antaranya pernah singgah di hati. Dan dari pengalaman itu, aku menarik benang merah, dan aku sadari aku tidak bisa bergantung sepenuhnya pada orang lain. Aku harus bisa mengandalkan diriku sendiri, tanpa harus mengabaikan orang lain.
Have a nice weekend, anyone…
New Hope, New Spirit, New Desperate.
January 19, 2009
Sudah hampir bertemu di akhir Januari, tapi setidaknya ini postingan pertama setelah tiga minggu berlalu.
Aku mencoba untuk lebih real dan konkrit dalam membuat wishlist. Tak hanya dari segi perasaan, tapi juga dari sesuatu yang bisa terlihat oleh orang lain. Aku tak akan memusingkan hal-hal yang tak bisa kuraih, tapi aku akan lebih fokus pada hal-hal yang bisa aku lakukan.
Aku akan terus berusaha, pantang menyerah, mencoba untuk berdiri dan berjalan walau tertatih, dan tetap tersenyum dalam menghadapi hidup. Aku akan berusaha sebaik mungkin, mewujudkan mimpi-mimpi yang pernah terkubur.
Aku tak menyesali atas apapun yang pernah terjadi padaku, karena hidup telah mengajariku sesuatu: tetaplah berharap, apapun yang terjadi, seburuk apapun itu.
Tetaplah berharap, untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Karena hidup lebih indah bila kita memiliki tujuan yang ingin kita capai.
Seorang teman pernah mengirimkan pesan padaku:
Jalan menuju BAHAGIA dan SUKSES tidak selalu lurus,
Ada tikungan bernama KEGAGALAN,
Ada bundaran bernama KEBINGUNGAN,
Tanjakan bernama TEMAN,
Lampu merah bernama MUSUH,
lampu kuning bernama KELUARGA.
Engkau akan mengalami ban kempes dan pecah, itulah hidup.
Tapi jika engkau membawa ban serep bernama TEKAD,
mesin bernama KETEKUNAN,
asuransi bernama IMAN,
pengemudi bernama TUHAN,
sampailah kau di daerah yang disebut
SUKSES dan BAHAGIA.
Good luck, have a wonderful life.
NB:
maaf belum bisa kemana2, n blom posting tentang Personal part 2. Next posting, Insya Allah.
Foto-foto di BNS (malem Natal kemarin) n foto2 Taun Baruan bisa dilihat di friendster & facebook
Need to watch : Honey and Clover
Anyway, ada cerpen terbaru dari seorang teman. Hope you like it
Menunggu Terang
November 21, 2008
Saat berlindung dari badai, aku menggenggam sekeping cahaya. Cahaya sebagai penerang dalam hujan. Aku tersenyum, tak merasa sendiri kali ini. Walau matahari tak berada di sampingku, walau angin tak berhembus saat itu. Aku menikmati saat-saat ini, saat aku hanya bersama diriku sendiri. Only me and myself.
To my sunshine, my mid sistah, my big sistah, mellowholic kali iniĀ untuk kalian
Stasiun.
November 13, 2008
Malam itu, kami bertemu di suatu stasiun tak bernama. Di suatu tempat dimana kami bisa duduk bersama sambil menunggu kereta tujuan masing-masing. Entah ini kebetulan atau suatu takdir, kami bisa duduk bersama dan bercerita segalanya. Seperti saat kami duduk di bangku taman atau menanti wangi gerimis tengah malam dulu.
Bersama secangkir kopi hangat, siang dan malam, masa lalu dan masa kini, waktu yang kami lalui bersama dan saat sendiri-sendiri membaur dan melayang bersama wangi kopi yang terbawa angin malam.
Ketika kereta tujuan datang, saatnya mengucapkan selamat tinggal. Atau lebih tepatnya sampai bertemu lagi?
Dia menyunggingkan senyum terbaiknya, aku memberikan senyum tulus yang tersisa. Kami saling melambaikan tangan, dan mengucapkan selamat malam.
Seperti puzzle, pecahan yang hilang sudah kembali. Namun entah keping hati siapa yang terbawa dalam saku. Yang pasti aku akan tetap menggenggam harapan yang aku miliki. Harapan untuk tetap hidup dan tetap benderang, walau saat tak kuasa meredup untuk sejenak.
“Nothing to fear for now…”
(Nothing to Fear – WSTCC)
inspired by : 30 Oktober 2008, ’till 10:30 pm.
NB : this is for you Big Sistah, edisi The Heart-Breaker :p

