Search

Pandora Heart

I'm not trying to hide anything. It's just that I don't want to see.

Kacang Merah

Saya punya beberapa cerita soal kacang merah.

Yang pertama, waktu kecil saya punya kebun kacang mini di belakang rumah. Kacang merah, adalah salah satu kacang yang tidak pernah dikonsumsi di rumah, tapi saya suka banget nanem itu karena gampang tumbuh dan cepat panen. Biji kacang saya panen buat main dakonan :)) Kebun kacangnya sendiri sudah dibabat habis tidak lama sebelum saya pindah rumah. Setelah itu, tidak ada satu tanaman pun yang bertahan lebih dari dua minggu selama saya rawat. I don’t have a green thumb as most plants I planted have died. Baru-baru ini saya beli tanaman hias untuk meja kantor, sudah rajin disiram dan dijemur tapi malah daunnya kuning dan rontok. Partner juga sukses membuat satu kaktus yang tidak berdosa busuk akarnya dalam tempo satu minggu. Fix lah kalau pingin liat bunga-bungaan ke Pasar Bunga Splendid aja ~_~

Yang kedua, saya tidak suka sop kacang merah, tapi saya suka kalau kacang merah diolah manis. Mau dimasukkan dalam es serut, puding, mochi, teh tarik, onde-onde, saya suka semuanya. Saya pernah menghabiskan sekilo kacang merah manis isian sop buah sisa resepsi pernikahan saya dua tahun yang lalu. Seneng iya mual juga iya.

Yang ketiga, semalam kaki saya bengkak seperti anak gajah. Kalau ditekan tidak sakit tapi terasa mengganjal. Kata ibu saya, waktu tidur kakinya diganjal lebih tinggi dan minum vitamin B kompleks. Pagi ini sudah tidak terlalu bengkak, tapi kadang-kadang terasa sedikit nyeri di pergelangan kaki. Saya diberi obat asam urat, lalu mengingat-ingat makan apa kemarin. Saya tidak makan seafood atau semacamnya, tapi bisa jadi ini efek makan es kacang merah dua hari yang lalu ditambah selama dua hari ini setelan kursi kantor terlalu tinggi. Ha.

IMG_20161222_145030.jpg
Es KTT (Kacang Top Ternate) Original. Enak bingit kalo lagi ga sakit

Bulan Desember ini jadi semacam pengingat untuk jaga kesehatan. Sebelum ini, mau secapek apapun kalau sudah ditinggal tidur ya sudah segar lagi. Baru minggu lalu saya cek lab setelah dua minggu demam. Hasilnya trombosit mendekati batas bawah normal, liver bengkak dan positif tipes. Mungkin kombinasi kecapekan, tidak pernah olahraga, dan makan tak teratur. Berhari-hari makan bubur nasi dan bubur oat, minum vitamin dan suplemen seperti makan permen, tidak boleh makan yang pedas-pedas sementara waktu.

Saya telat sadar diri sih, lupa kalau sehat itu mahal. Untungnya ga sampai rawat inap, cukup rawat jalan dan istirahat di rumah.

Kalian juga jaga diri ya. Jangan maraton nonton bibir merahnya Lee Dong Wook Goblin sampai pagi kalau badan lagi remuk *self-reminder*

Cerita Seingatnya : Inferno & Doctor Strange

Buat saya, lebih mudah menulis selagi ingatan masih segar, hangat, muncul banyak rasa untuk diungkapkan.

Jika saja saya menulis kesan tentang film Inferno dan Doctor Strange tepat setelah selesai menonton di bioskop, saya akan bercerita dengan penuh emosi soal Inferno atau penuh pujian dan cekikikan disana-sini soal Doctor Strange.

Tapi yah daripada jadi mimpi buruk karena terus-terusan ada di to do-list, inilah apa yang masih tersisa di benak saya soal film-film itu.

Continue reading “Cerita Seingatnya : Inferno & Doctor Strange”

[Kuliner] Ada yang Baru di Kirin!

Semuanya berawal dari sebuah pesan di Whatsapp (2/9/2016), dari tempat makan kesayangan, Kimbap Rina (Kirin). Kok tanggal 4? Apakah ini pesta ulang tahun untuk saya? *ge-er kamu!*

WhatsApp Image 2016-09-02 at 10.17.46 AM

Continue reading “[Kuliner] Ada yang Baru di Kirin!”

WIP-Finished

Terlalu banyak distraksi, tak ada ruang untuk menyendiri.

[20 September 2016]

Finally. 

1 Agustus

Setahun yang lalu, aku mengantarkanmu pergi di tengah hujan tangis. Air mataku sudah mengering sebelum yang lain tahu. Biarlah yang mereka lihat hanya ekspresi wajahku yang datar dan kaku.

Mereka memilihkan tempat peraduan terbaik, walau cukup jauh dari rumah. Tak apa, setengah jam perjalanan tak akan terasa jika rindu sudah dalam genggaman. Di tepi jalan setapak, pohon  rindang menaungi pusaramu bagai payung teduh.

Maaf, aku belum sempat berkunjung lagi untuk mengganti bunga yang pasti sudah mengering. Yang bisa kuandalkan hanya untaian do’a yang terputus-putus dan berharap sampai padamu.

Dari berbagai memori yang kupilih, yang kuingat hari ini adalah sosokmu yang termenung di beranda, hanya mengangguk saat aku pamit bekerja di pagi hari. Kehadiranmu terasa menipis dan aku tenggelam dalam sorot matamu yang sayu.

Jika ditanya apa yang kusesali, mestinya aku menghabiskan lebih banyak waktu hening bersamamu. Aku tak akan mempertanyakan masa lalu, sebagaimana pertanyaan tentang masa depanku tak pernah terluncur dari bibirmu. Karena dalam diam, kita terasa lebih dekat.

Untuk Bapak, yang telah pergi mendahului kami.

[Kuliner] Kimchi Story Malang

Di Malang, kedai atau kafe dengan tema makanan Korea Selatan sudah mulai menjamur. Menunya pun ga melulu kimbap atau tteokpokki yang dijual di bazaar event. Harganya pun bervariasi, mulai dari sepuluh ribuan sampai lima puluh ribuan atau lebih, tergantung jenis makanannya.

Salah satu kafe baru yang kelihatannya menarik untuk dicoba adalah Kimchi Story. Dilihat dari feeds di Instagram, menunya cukup bervariasi, tidak hanya jajanan seperti tteokpokki atau kimbap, tapi juga menu berat seperti bibimbap dan beef bulgogi.

Continue reading “[Kuliner] Kimchi Story Malang”

The Present

I think the present moment is so underrated. It sounds so ordinary, and yet we spend so little time in the present moment that is anything but ordinary.

We can’t change every little thing that happens to us in life, but we can change the way that we experience it.

[TED] Andy Puddicombe: All it takes is 10 mindful minutes

Favorite TV Series

Dari dulu saya tertarik dengan TV series atau cuitan yang membahas penyelidikan, medis, psikologi, forensik dan semacamnya (Amygdala, saya berada di barisan cengkeh nastarmu). Saya sudah menonton beberapa seperti: Continue reading “Favorite TV Series”

Dream Job

Kata Shonda Rhimes di TED (iya, Shonda Rhimes yang bikin Grey’s Anatomy sampai Season 12 dan membunuh karakter-karakter favorit saya),

“A dream job is not about dreaming. It’s all job, all work, all reality, all blood, all sweat, no tears. I work a lot, very hard, and I love it. When I’m hard at work, when I’m deep in it, there is no other feeling. For me, my work is at all times building a nation out of thin air. It is manning the troops. It is painting a canvas. It is hitting every high note. It is running a marathon. It is being Beyonce. And it is all of those things at the same time.”

Kalo kata mas-mas yang satu ini, dream job itu ya pekerjaan dimana kita dibayar buat mengerjakan hal yang kita suka. Bekerja di Star Wars HQ, membuat action figure, membuat komik, jadi host mengunjungi rumah-rumah cakep di Jepang…

Atau menurut saya, jadi Crime Scene Investigator ala CSI Cyber atau cosmetic product developer seperti Vani Sagita itu kece juga 😀

Tapi ya, sebenarnya dream job yang saya tulis di atas mungkin bukan pekerjaan impian yang benar-benar bisa saya lakukan. Lebih tepatnya, itu pekerjaan impian yang membuat saya terpesona, dan membuat saya berimajinasi bahwa itu adalah pekerjaan saya di dunia paralel. A real dream job? I’m not sure, for now. 

What’s yours?

Blog at WordPress.com.

Up ↑