“4JJI memang Maha Pembolak-Balik Hati”

kemarin dengan emosi yang mendalam n penuh rasa egois menyatakan ingin masuk BAHASA.

Tapi setelah berbicara lagi dengan Mom, aku baru menyadari: yang diutamakan adalah prospek masa depanku ini.

Apa cita2ku?>> itu yang menentukan aku mau masuk IPA atau BAHASA

Dan ternyata..yahhh..Mom benar. Bila ingin menjadi programmer yang handal, maka yang harus diutamakan adalah kemampuanku di bidang teknik komputer. Aku memang mencintai bahasa, tapi aku tau kalo pekerjaanku nantinya akan ngga sesuai dengan keinginan dan kemampuanku.

Aku juga pertimbangin lagi saran Mami Si Gajah Menari. Aku pesimis masup IPA bcoz nilai matku yang pas2an (6). Aku nganggap nilai itu adalah batas maksimal aku dalam berjuang menghadapi matematika.

Tapi mungkin bukannya aku tak mampu dibidang mat. Mungkin hanya aku yang sentimen sama tu pelajaran (+gurunya) n aku ngga mau berusaha untuk berpikir n berpikir.

Mami Si Gajah Mnari dulu waktu semester 1 juga ngerasa gitu, nilai matnya di raport Cuma dapet 5. dia bilang itu nilai maksimal. Tapi ternyata selama semester 2 ini dia bisa dapet 7 di raport. Itu smua adalah kemauan yang keras diimbangi dengan tindakan yang semaksimal mungkin..

Well..gimana ya aku ntar? Will I survive? I hope so 😉

Moga2 aja aku bisa lebih bersahabat dengan pelajaran yang paling kubenci itu…

N aku harap ini memang yang terbaik buat aku, yang aku pilih berdasarkan akal sehatku..

Advertisements