Menelusuri Hati Totto-Chan



Bila aku membaca buku Totto-Chan : Gadis Cilik di Jendela, aku seperti terseret ke dalam suatu dunia anak-anak di Jepang jaman dahulu. Aku bisa membayangkan pohon sakura yang bermekaran, padang bunga sesawi (padahal ga tau bunga sesawi itu kya gimana), ladang dan persawahan. Aku bisa merasakan betapa gembiranya Totto-Chan saat menunggu datangnya gerbong baru yang akan dijadikan perpustakaan di sekolah Tomoe. Ketika memasuki gerbang sekolah Tomoe, aku ngga merasakan adanya kekakuan dan suasana umum yang ada di sekolah-sekolah lain. Gedung yang dipakai untuk sekolah saja menggunakan gerbong kereta api yang sudah tidak dipakai lagi. Saat pelajaran, semua anak bebas melakukan apa yang mereka inginkan. Kepala Sekolah mereka pun sangat memahami anak-anak. Beliau tak pernah marah, memukul atau melarang mereka untuk melakukan apa yang mereka mau. Beliau hanya mengawasi, dan mengingatkan bila itu diperlukan. Perhatiannya pada anak didiknya sungguh tak hanya membuat anak-anak didiknya merasa aman, tenang dan nyaman, orang tua mereka pun merasa senang karena anak mereka dididik dengan benar.

*Membaca buku ini membuat aku ingin menjadi seorang guru TK yang lemah lembut dan bisa mendidik anak-anak dengan baik tanpa harus membuat mereka takut dan tidak nyaman :)*
Selain itu, kemaren aku juga beli buku Dunia Lain di Mataku
sama nyari buku Bertanya atau Mati (BaM!) tapi ga ada tuw T-T
Advertisements