Pagi yang cerah (setidaknya, begitulah cuaca hari ini).

Bagaimana semalam? Menyenangkan, atau malah membosankan? Bagiku, malam minggu sama saja dengan malam-malam sebelumnya, hanya saja..malam minggu bisa membuatku bernafas lega, karena hanya pada saat itu, aku tak lagi harus berkutat dengan semua yang berbau sekolah.

Memangnya apa yang kamu lakukan kemarin?

Kemarin? Seperti biasa, mengunjungi teman dari satu blog ke blog lain, walau hanya sekedar menyapa ato berkata โ€œmet wiken ya :)โ€, mengecek adakah email yang masuk (bukan spam ataupun dari milis), danโ€ฆchatting ๐Ÿ™‚

Chatting ma sapa aja?

Aku chatting dengan mas-mas satu ini dan adekku, yang memintaku untuk menjaga pacarnya yang ada di bandung (hihihi, kenapa harus aku? Aku bahkan tak mengenal pacarnya)

Sekitar jam 8, badan terasa penat dan mata ini mulai mengantuk. Aku sudahi saja, dan bergegas menuju tempat tidur. Iseng-iseng miscall ke orang-orang terdekat. Eehh..ternyata bang echan sms, ya udah aku sms balik sampe jam 9, dimana aku sudah dekat dengan pintu alam mimpiโ€ฆ

Baru tadi pagi, aku melanjutkan membaca buku Apa Adanya Cinta, Cinta Apa Adanya milik adik kelasku yang memang menjadi salah seorang dari mereka yang karyanya terpilih untuk dimuat dalam buku itu (buku ini berisi tentang antologi cerpen yang bertema Apa Adanya Cinta, Cinta Apa Adanya. Isinya diambil dari 20 karya terpilih dalam sayembara cerpen tersebut, yang pernah diadakan khusus untuk siswa SMU/sederajat se-Malang raya).

Ya, walaupun baru membaca sebagian, tapi aku percaya, karya mereka bukan sekedar karya yang asal-asalan. Dan ingatanku kembali saat aku juga mengikuti sayembara itu, tentu saja tidak terpilih, karena aku tahu sebenarnya karyaku saat itu masih belum layak untuk dimuat.

Aku suka gaya mereka menulis, dengan ciri khas yang mereka punyai, seperti Ash karya Dinda Ayu Larasati, pelajar SMAN 10 Malang, Puisi Hati Ilalang untuk Seruni karya Silvy Manafia, pelajar SMAN 6 Malang, Diary Diana milik Diah Ivana Sari, pelajar SMAN 8 Malang (untuk yang ini memang adik kelasku sendiri).

Buku ini cukup bagus, karya-karyanya memang pilihan, aku acungkan jempol untuk mereka.

Teruskan berkarya teman, aku tahu kalian punya potensi yang bagus sebagai penulis ๐Ÿ™‚

Dan semoga aku juga tak pernah berhenti untuk terus belajar menulis, dengan warna dan imaji yang tentunya mencerminkan aku, bukan orang lain ๐Ÿ™‚

Advertisements