iri

Satu rasa heran menyelinap di hati, saat seorang temanku mencoba memperbaiki kesalahan guruku (maksudnya, nyerempet ke berdebat, gitu), dan teman-temanku yang lain menyoraki dengan nada-nada sinis.

Apakah itu karena ada rasa iri yang menyelinap di hati mereka, karena mereka hanya bisa berbicara ya pada semua guru, tanpa harus melihat apakah memang benar yang diajarkannya?

Hal lain yang terpikir olehku, adalah rasa ketidaksukaan mereka pada seseorang yang kritis dan cenderung dinamis. Mereka tak pernah perduli apakah semua yang diajarkan oleh semua guru itu benar atau salah. Yang mereka ketahui, mereka datang, duduk, mendapat pengajaran, dan bersenang-senang. Tanpa ada hasrat untuk mempelajari lebih dalam apa-apa yang mereka pelajari.

Bagaimana denganku?

Aku rasa walaupun aku berkata seperti itu, aku tetap saja bagian dari mereka. Semoga saja perubahan kecil yang mengarah ke sisi positif selalu terlaksana setiap harinya, membawaku ke masa depan yang lebih baik…

NB : puyeng besok ulangan PPKn n sabtunya hafalan surat-surat pendek yang bjibun + kena lazy-sitis stadium 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s