Kemarin adalah hari ulang tahunnya. Yang ke-18. tak terasa ya? Aku tak bisa memberikan apa-apa untuknya. Awalnya aku mau memberikan sesuatu yang dia idam-idamkan, tapi akhirnya niat itu kuurungkan. Entah mengapa, aku merasa bimbang. Dia ada dimana? Kemana aku harus mengirimnya? Tahun lalu aku masih bisa mengirimkan ke rumahnya. Tapi saat ini dia kuliah di kota dingin yang jauh. Kadang pulang, kadang tidak.

Yang bisa kulakukan hanyalah mengucapkan selamat via sms. Entahlah, mungkin sedikit janggal, apalagi dia adalah seseorang yang sangat berarti, yang sebenarnya tak cukup untuk hanya mendapat ucapan selamat via sms saja. Tapi apa boleh buat. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Maaf bila saat itu aku mengganggumu (apakah kau sudah tidur saat jam 12 malam saat itu?).

Balasan baru aku terima sore harinya. Dia ada di sebuah tempat dimana dia suka mencari ketenangan dan tantangan. Sedikit ngeri membayangkan dia ada disana, tempat yang rawan, aku rasa. Dia mengatakan, β€œTerima kasih atas ucapan selamatnya, sayang. Aku bersyukur mempunyai seseorang yang selalu dan selalu perduli. Rasa sayang ini masih tetap ada di hati. Smoga rasa ini juga masih ada di hatimu.”Hujan masih menari-nari di luar sana. Memercik dan membasuh rindu yang tak pernah reda. Ya, rasa ini masih ada.

Advertisements