Sekitar jam 3 pagi, terbangun oleh seruan, “Sahur..sahur!!” yang terdengar bersaut-sautan dari langgar yang tak jauh dari rumah. Maaf Ibu, aku lalai membantumu, karena semalam ‘terkapar’ dengan tumpukan kertas A4 dan kertas grafik di penjuru kamarku. Hmm.. harumnya sambel goreng ati dan abon sapi menyeruak membuatku terbangun. Ada sepoci berisi teh hijau, yang tetap saja diberi gula 6 sendok makan. Bismillah… terimakasih Ya Allah, aku masih diberi kesempatan untuk menikmati nikmat-Mu ini…

Sekitar jam setengah 3 pagi, seorang sahabat mengirim pesan, “juz wanna say SAUR SAUR SAUR PODO SAURO PODO TANGIO NIKMATE ALLAH YO SUKURONO (mhn di bc dgn nada sincan)he2. met njalanin puasa ya)” Dan senyumku terukir dengan niat yang tulus, bukan sekedar seringai karena keterpaksaan atau sekedar basa-basi lagi…

Pukul setengah 6 pagi. Ada kuliah pagi (pagi-pagi sekali), jadi harus segera bergegas setelah menyelesaikan laporan praktikum.

Kampus terlihat lengang, suasana masih seperti biasa, hanya tanpa warung dan penjual makanan. Sempat menjajaki bazaar FaPet, dan pada akhirnya menguras isi dompet dengan membeli bros, peniti, dan cincin… Haha. Uang makan beralih jadinya. Kuliah sampai jam setengah 1 (dengan susah payah menahan kantuk). Menuju mushola FaPet, sebelum menuju duniaku yang nyaman, Perpustakaan…

Aha, berbekal Nodame Cantabile#1, WJuliet 1, Venus-Torey Hayden, dan Proses Kreatif Penulis Hebat Dar!Mizan, aku siap menjalani hari ini πŸ™‚

Eh permisi, saya berbuka puasa dulu ya, kali ini dengan teh hijau ndak pake gula (entah pake apa ndak, pokoke ga kerasa manis, itu aja ;))
Met buka puasa semuanyahh…

Advertisements