Ketika, Maka, dan Aku

Ketika aku ingin tersenyum,
aku mendengarkan tawa mereka, atau sekedar menatap wajah mereka.
Ketika mereka mengatakan, “Main yuk! Ga rame kalo ga ada kamu!”
Maka aku merasa bahwa aku tak sendiri lagi.
Ketika kami makan malam bersama,
pembicaraan hangat dan rasa nyaman berada di sekitarku.
Ketika kami berjalan bersama mengitari Griya Shanta malam itu,
Aku merasa bisa menghadapi hidup lebih baik bersama mereka.
Ketika kami nonton film bersama sampai larut malam, meringkuk dan berebut bantal dan selimut, aku merasa dekat dengan mereka.
Ketika aku harus pulang kembali ke rumahku,
aku menyadari waktu telah berlalu dengan cepatnya dan menyisakan satu lagi kenangan indah tentang persahabatan kita.

Terima kasih telah menjadi sahabat-sahabat terbaikku dan menjadi bagian penting dalam hidupku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s