Listening to : Byul – I think I (Full House OST)

Setelah selama dua hari ditagih disuruh update tentang kehidupan bagaimana rasanya menjalani praktikum mikrobiologi umum *lirik Ciput*, walau badan rasanya sakit semuah kya abis digebukin, demi pembaca setia saya rela untuk bercerita *disambit sepatu kaca*.

Dengan Bangga Mempersembahkan…
2 hari menjelang Praktikum Mikrobiologi Umum
Muka kusut, jalan setengah lari, gampang panik & emosi, kurang tidur, kurang gizi, makan tidak teratur, copy paste sana sini & harus rela bolos kuliah adalah ciri utama dari praktikan Praktikum Mikrobiologi Umum THP angkatan 2005. Dijamin yang masih bisa ketawa ngakak adalah mereka yang kesehatan mentalnya agak terganggu karena harus menyelesaikan laporan berisi 6 bab, lebih dari 10 lembar, tulis tangan dengan pulpen warna biru, literatur harus berwarna & jelas, dan harus diselesaikan dalam seminggu (bagiku, menyelesaikannya dalam 3 hari sudah merupakan keajaiban semesta).

Semalam aku hanya bisa tidur selama dua jam, itu pun dengan rasa sangat bersalah, sambil memegang pulpen dan kertas, dan saat bangun malah berpikir, “Perang Malachite Green & Safranin dari Generasi ke Generasi”. Jurus rahasia pun harus digunakan, yaitu cara menulis dengan kecepatan tinggi, tulisan hampir tak terbaca, dan cpoy paste sana sini. Alhamdulillah terkumpul tepat waktu jam 09.00 tadi, walau sangat diragukan apa yang sudah aku tulis tadi.

Praktikum Mikrobiologi Umum
Sedikit berbahagia karena bertemu lagi dengan Manusia-Hampir-Sempurna (MHS) yang aku kagumi. Inget, mengagumi itu BERBEDA dengan menyukai, apalagi mencintai. Understood?
Yang harus aku lakukan adalah melakukan percobaan “Faktor Suhu dalam Pertumbuhan Mikroba”. Dengan berbekal media NA (Natrium Agar) NB (Nutrient Broth), dan kultur S. aureus, aku dan kedua temanku melakukan transfer kultur secara aseptis *halah*, dan harus merelakan tangan kiriku kepanasan saat tersentuh bibir tabung reaksi yang dipanaskan di atas bunsen *hiks*. Agak nyantai sih, mengingat ada waktu luang menunggu sterilisasi. Ada yang beli bakso, ngerjakan laporan, ato sekedar ngerumpi bersama. Tapi ya gitu, pulangnya jam setengah 7 *hiks*.

Tadi sore, jam setengah 7. Pengamatan kultur yang ditanam pada media & diinkubasi pada suhu & pH yang berbeda. Masih sempet-sempetnya ketawa ngakak, dalam hal ini bukan hanya karena kesehatan mental yang terganggu, tapi juga guyonan konyol yang dilemparkan kesana-kemari. Menjelang pulang, pusing setengah idup, laporan sementara menghilang! *aarrgghh…* Jadi merasa bersalah T__T Pulang jam setengah 10, ngantuk pol!

Tapi setidaknya hari ini aku bisa tertawa, ngakak sebebas-bebasnya, bersama teman-teman tersayang. Cerita panjang lebar, dan menyadari dari hasil observasi teman bahwa kebanyakan teman seangkatanku yang belum mengenalku dengan baik memandangku sebagai orang yang pendiam & misterius, tapi bagi yang sudah kenal menganggapku sebagai setengah setan, setengah gila. Hal itu aku tangkap juga dari perlakuan MHS yang lebih banyak serius & ngomongin masalah kuliah or praktikum daripada ngobrol hal-hal yang ga penting. Oh well, apapun itu. Rasanya aku harus menyelesaikan laporan biologi ini dulu daripada tertidur lagi seperti tadi malam.

NB : Happy bday to Yongki (the author of cerpen Cinta Nasib Sebatang Tebu) yg ultah kemaren, thanks Yakult-nya! 😀

Advertisements