Bila kau bertemu denganku, mungkin kau menyangka aku selalu berbohong di depanmu.
Hanya karena aku seringkali menghindari saat-saat untuk menatapmu.
Dan aku memilih untuk menatap langit biru tak berawan.
Apalagi bila itu menyangkut hati yang terdalam.
Bukan itu maksudku.
Itu karena aku tak ingin terbaca olehmu.
Karena aku takut kau membaca isi hatiku yang sebenarnya dari sorot mataku.
Karena aku tak ingin kau tahu apa yang kusembunyikan darimu.
Dari semua orang.
Dan dari mereka yang ingin mengusik sisi hidupku yang tertutup.

Aku hanya akan menatapmu di saat aku ingin menatapmu. Memperhatikan raut wajahmu, tersenyum saat melihatmu begitu bersemangat dan larut dalam ceritamu. Menatapmu saat kau membutuhkan perhatianku. Tenanglah, karena aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu.

Ini untukmu, semua orang yang mengenalku.

Maaf.

Untuk semua orang yang pernah tersakiti.
Terutama yang akhir-akhir ini kena imbas “Gangguan Hari Berdarah-darah”.
Dan untuk seseorang yang tak sengaja sedikit terlupakan, walau tidak tergantikan.
Bukan karena aku mengagumi dia, hingga kamu menjadi tergantikan olehnya.
Aku tak berharap seperti itu.
Karena aku tak ingin lagi menyakiti siapapun.
Termasuk kau dan aku.

NB : Untuk yang berulang tahun kemarin, semoga tambah dewasa dan bijak, teman 🙂

Advertisements