Salah satu caraku untuk menghindari kenyataan yang pahit adalah sibuk sesibuk-sibuknya. Besok acara ospek jurusan. Hari ini teman-teman panitia sebanyak kurang lebih 30 orang berangkat ke Coban Talun. Dan aku melambaikan tisu(?) untuk mengantarkan kepergian mereka, seperti ibu mengantarkan anaknya merantau ke kota *disambit ban truk*. Antara lelah dan tak ingin menoleh ke belakang, dengan merayap aku harus tetap bertahan. Setidaknya sampai acara ini selesai tanggal 3. Setidaknya pada hari keramat itu (hari Senin) aku sudah masuk kuliah. Hari di mana menjadi tahun terakhir berusia belasan *plaks*. Ah, ternyata waktu berlalu begitu cepatnya, dan baru kusadari kalau hidup itu terlalu singkat untuk dibuat mengeluh.

Big sistah, sambitannya aku kerjakan setelah yang ini ya 😉 Mid sistah, thanks udah menuhin janji bwat cerfetnya, part 4 secepatnya juga aku kerjakan setelah yang satu ini. Dan turut bahagia atas kabar gembiranya 🙂 Nisa, met ultah ya, happy sweet 16, maaf telat ngucapinnya ^_^ Abang, cepat sembuh ya. Jangan lupa istirahat. Kakak juga, jangan lupa makan dan sholat. Adek, makasih buat supportnya, pesanmu membuatku yang nyaris terpuruk jadi bersemangat dan menjadi ‘Kakak yang Aneh tapi Idup‘ seperti biasanya. Semuanya, terima kasih buat doa-doanya, moga-moga acaranya sukses & ga ada hambatan (kalopun ada aku bisa mengatasinya dengan baik). Oh, baru ingat aku blom packing! Jangan-jangan besok harus berangkat pagi! Oh tidak! Moga-moga saja sakit flu ini nggak tambah parah nantinya.

Advertisements