Kembali ke pengendalian diri *halah*.

Ini karena seringkali saya merasa lepas kendali jadi monster, dan merambat pada hal-hal yang lain, membuat saya tidak bisa fokus pada masalah lain.
Saya, yang dianggap pendiam (awalnya) dan rasional, seringkali menjadi lebih mudah panik dan tidak fokus.
Buyar.
Padahal hal-hal yang membuat saya lepas kendali tergolong remeh.
Misalnya soal perhatian seseorang *baca postingan sebelumnya*.
Hanya karena diperhatikan seperti itu, biasanya kalau saya tidak mengenal dia maka saya akan bertindak masa hodob atau fine-fine saja.
Tapi dia teman baik saya. Yang kadang-kadang saya anggap seperti cermin saya. Apa yang dia tunjukkan pada saya adalah hasil dari apa yang saya lakukan padanya. Nah lo, bingung kan?
Jadi, bila dia memperhatikan saya tanpa ekspresi (seperti 2 hari kemarin), maka pasti ada sesuatu pada diri saya. Saya sendiri tidak bisa menebak arti dari sorot matanya. Teman saya mengatakan karena dia punya perasaan khusus pada saya. Yang lain berkata kalau waktu itu dia cemburu pada teman baik saya yang satunya. Nah lo. Mendengarkan orang lain itu terkadang bukannya menyelesaikan, malah semakin membingungkan.
Kembali pada pengendalian diri. Baru ingat ada laporan Sifat Fisiko Kimia Pangan yang harus dikumpulkan besok pagi. Hmm.

Advertisements