Tentang 4 Januari

Hari yang melelahkan dimulai dengan memenuhi janji pada teman-teman yang mau pinjam catatan buat UAS minggu depan. Dan begitulah, dari jurusan ke sekber, sekalian menunggu teman yang tak kunjung datang. Satu jam kemudian dia datang. Dengan senyum vampir, jaket merah dan wajah pucatnya dia muncul. Dan kami berdua (kadang bertiga, atau berempat, tergantung berapa orang yang nyamperin kita di sana) pun ngobrol-ngobrol dan bercanda di sana. Diiringi dengan tatapan aneh dari anak sekret sebelah (karena kami numpang duduk di depan sekret mereka. He3). Kadang-kadang dianggap kami pacaran. Halah. Apa-apaan itu.

Dia pun membantu saya dan seorang teman lagi untuk membawakan laporan praktikum milik teman-teman (thanks Mpir! ^-^).

Lalu sampe malam saya ada di sekret. Sementara yang lain rapat, saya ngerjakan paper biokimia. He3. Malamnya, sebelum menutup mata, ada yang hampir terlupa.

Dia (baca : mantan) ultah tanggal 4 Januari.

Maka begitulah, saya menghubunginya. Speechless abis. Sumpah garing. Kok suasananya jadi ga enak gini ya…? Apa karena udah mantan jadi ga bisa sobatan bae lagi kaya dulu…?

Ah sudahlah. Walaupun sedih, terima kasih teman-teman baikku yang sudah memberi pendapat dan nasihat padaku. Aku beruntung memiliki kalian 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s