Hari ini seperti biasa, aku datang ke sekret pagi sekitar jam 9. Di sana sudah ada teman-teman yang baca-baca text book dan mengerjakan suatu rumus. Ada apa gerangan? Apa lagi kalau bukan persiapan menjelang ujian.

Aku sendiri? Yah, masih sekedar baca-baca, leha-leha padahal teman-teman seangkatan pusing dengan soal-soal Satop (Satuan Operasi) I. Bukannya karena pintar atau apa, tapi kapasitas otak yang (menurut saya) belum ingin diisi dengan angka-angka, rumus dan belum lagi menerjemahkan materi dari bahasa inggris ke bahasa gaul (baca: bahasa indonesia versi saya). Padahal saya bukan TransTool berjalan, tapi mengapa mereka masih meminta saya untuk menerjemahkan materi dan soal-soal Satop?? Ah sudahlah. Mungkin karena muka saya sudah mirip monitor πŸ˜›

Lalu tibalah seorang teman yang keheranan melihat kami, makhluk-makhluk penghuni tetap sekret yang dengan tekunnya merem melek baca text book (sampe ketiduran bo’..) dan sekali-kali menggerogoti pensil atau pulpen yang entah sampai kapan harus bertahan.

Wah… Ngene iki arek-arek pinter lek sinau!” (Wah… gini ni anak-anak pinter kalo belajar! :P)

Padahal kami hanyalah segelintir manusia-manusia yang malas karena nggak dari kemarin-kemarin belajar (ket:ujian Satop hari Selasa) atau emang ga betah di rumah (eh, itu saya ya? He3).

Teman-teman yang baik dan berbudi, sudilah kiranya menyumbangkan doa (plus duit atau makanan juga tidak ditolak kok. He) supaya ujian nanti yang akan berlangsung sampai tanggal 15 berjalan lancar. Amiiinnn…!!

NB : Kris, ojo nyindir ngono tha, awakmu yo pinter ae lo! πŸ˜›

Advertisements