Hari Sabtu, 13 Januari 2007. Aku disuruh datang ke IAAS, dalam rangka “Fun Day with Science”, isinya penyerahan hadiah IEC, opening library, dan tentu saja makan-makan…

Yap, saya dinobatkan menjadi 2nd winner dalam IEC (IAAS Essay Competition). Ga nyangka juga sih, secara saya baru pertama kali ikut lomba bikin esai, dalam bahasa Inggris pulak :p

Selain acara di atas, sensei dari Japan Class membawa sensei-nya yang asli Jepun, Naomi-san. Kita diajari bikin origami burung bangau & nulis semacam kaligrafi gitu deh dalam bahasa Jepang (duw apa sih itu namanya, lupa ._.). Juga tentu saja ada traktiran bwat temen-temen se-unit (walo cuma bisa nraktir tahu telor, es degan, dan mi ayam. cukup kan teman? :D)

Tapi aku menunggu seorang teman. Aku bahagia saat itu, tapi aku merasa ada yang kurang. Aku menunggunya sampai sore, tapi dia tak kunjung datang. Ada keperluan, katanya. Baiklah, aku sudah tidak berharap dia datang, jadi kuputuskan aku akan pulang setelah Maghrib.
Tapi kemudian dia bilang, “U dimana? Aku udah di depan sekber nih.”
What??
Aku tak tahu harus bilang apa. Di saat aku sudah tidak mengharapkan kedatangannya, dia muncul tanpa rasa bersalah. Sepanjang perjalanan, aku bersikap dingin, walau diusilin seperti apapun aku tetap tidak bergeming. Itu membuatnya heran, dia pun mengharapkan pertolongan dari temanku yang juga ikut saat itu 🙂

Tapi kita baikan lagi kok. Kita malah banyak bercerita berdua, mengingat aksara Jawa yang hampir terlupa dari ingatan-sedang dia masih cukup ingat tentang hanacaraka dan sebagainya-sepanjang malam itu sampai jam 2 pagi. Jam 12 malam, hujan turun walau hanya sementara. Amazing, aku bisa mencium aroma tanah yang terkena percik hujan bersama sahabat yang aku sayangi. Dimana sebagian besar orang di sekret sudah terlelap dalam mimpi. Dia kembali ke asramanya, setelah menyelimuti temanku yang kedinginan dengan jaket dan memastikan aku hampir terlelap.

Dia masih sahabatku yang baik dan perhatian.
Walau orang-orang di sekitarku saat itu yang melihat kita berdua mengira kita pacaran.
It doesn’t matter, karena kita tahu batasan kita masing-masing. Kita tahu perasaan kita masing-masing, untuk saling menjaga satu sama lain.
Aku beruntung karena telah mengenalmu…

NB : Aku mungkin masih menjadi orang egois yang super cuekdan nggak sensitif, tapi aku akan berusaha menjadi orang yang lebih ‘down to earth’ dan ‘low profile’. Ingatkan aku selalu ya 🙂

Advertisements