Tidak ada yang pernah bilang kalau menjadi sekretaris dalam suatu kepanitiaan sama saja menjadi asistennya kapel. Tapi begitulah, walau jadi sekretaris – ikut mikir konsep acara – ikut ngurusi keuangan – ikut bikin spanduk sampe jam 2 pagi di sekret, badan remuk dan terkapar masuk angin waktu hari H, aku bahagia karena sudah berusaha semampuku, mencoba bekerja dalam teamwork, dan semoga ini berguna di masa mendatang 🙂

Anyway, hari pertama diisi dengan sidang dan sidang, laporan pertanggungjawaban para pengurus, laporan pertanggungjawaban kegiatan-kegiatan yang lalu, pemilihan pengurus baru, disambi ngopi gitu deh 🙂
Sedangkan untuk hari kedua adalah mbahas semacam program kerja untuk kepengurusan baru. Setelah itu kami pun bersama-sama pergi ke Tarekot (Taman Rekreasi Kota), bermain seperti anak kecil (keliatan deh mana yang masih memiliki jiwa anak-anak yang terpendam :p) dan ditutup dengan tumpengan… Sedaph! 😀

Foto bisa dilihat di sini atau di sini

NB : Kamu masih di situ, membuatku bertanya-tanya apa gerangan yang ada di dalam benakmu tentang aku. Aku masih tak bisa membedakan antara perhatian dari orang yang khusus atau orang yang dekat denganku. Aku hanya mengenali perhatian itu sebagai limpahan kasih sayang, tak perduli dari siapapun kamu. Dan aku masih tak mengerti harus menganggapmu sebagai seseorang…

Advertisements