Menjadi manusia yang kuliah di THP bisa jadi anugerah, sekaligus petaka. Anugerah bagi yang bisa memanfaatkannya dengan baik, dan petaka bagi yang tidak bisa membagi waktu dalam kesibukannya.

Dan sepertinya yang terakhir mulai terjadi padaku.

Awalnya Adek yang sekarang ada di Jerman tiba-tiba ngambek dan berkata, “Gitu ya yang udah punya cowok baru, adeknya dilupain…”
Deg.
Hal ini terulang lagi.
Kali ini dengan alasan yang berbeda.
Sungguh, bukannya aku lupa dengan orang-orang yang aku sayangi, tapi sungguh kesibukan ini (ah, lagi-lagi aku menyalahkan yang lain) dan aku sendiri yang tak bisa mengatur waktuku untuk keep contact dengan mereka… Tak heran kalau misalnya adekku itu ngga ngomong kaya gitu, aku bisa-bisa ga kasi kabar selama satu semester dan dianggap menghilang tanpa jejak, dan pada akhirnya aku kehilangan mereka…

Sekedar informasi, dulu aku pernah bertengkar hebat dengan seorang sahabat karena hal yang hampir sama : kurang perhatian. Kalo dulu emang waktu itu aku baru jadian sama seseorang dan sahabatku itu merasa aku melupakannya. Padahal tentu saja itu karena aku yang ga sensitif dan melupakan hal yang krusial : bahwa sahabat juga perlu diperhatikan, karena mereka juga manusia…

Aku teringat Filosofi Kopi-nya mbak Dee, dalam bab “Surat yang tak Pernah Sampai” :

Sebuah hubungan yang dibiarkan tumbuh tanpa keteraturan akan menjadi hantu yang tidak menjejak bumi, dan alasan cinta yang tadinyan diagungkan bisa berubah menjadi utang moral, investasi waktu, perasaan serta perdagangan kalkulatif antara dua pihak.Cinta butuh dipelihara. Bahwa di dalam sepak-terjangnya yang serba mengejutkan, cinta ternyata masih butuh mekanisme agar mampu bertahan.

Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau yang tahu-tahu meledakkanmu-entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan…karena cinta adalah mengalami.

Cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah dia dan kamu. Interaksi. Perkembangan dua manusia yang terpantau agar tetap harmonis. Karena cinta pun hidup dan bukan cuma maskot untuk disembah sujud.”

…Dan aku tak ingin cinta itu menjadi ranjau seperti di masa lalu…

Advertisements