Maksudnya?

Entahlah. Aku percaya semua dalam kehidupan itu ada porsinya masing-masing. Ketika ada sesuatu dalam hidup yang menuntut untuk porsi yang lebih besar, hal itu akan (sedikit atau banyak) mengacaukan keseimbangan hidup yang sudah tertata…

Karena saya kuliahnya di bidang pangan, jadi saya ambil sesuai bidang saya πŸ˜€
Seperti makanan, untuk menjaga kesehatan ada pola makan tersendiri sesuai karakteristik seseorang. Ga bisa seenaknya makan semua makanan (kecuali omnivora sejati :p). Makanan yang berlemak dan berkalori tinggi emang enak, tapi kalo berlebih malah jadi penyakit. Jadi perbanyaklah makan buah dan sayur yang kaya serat untuk mencegah kanker usus (loh?)

Dan aku berbicara tentang porsi kasih sayang yang aku berikan dan diberikan seseorang kepadaku.
Ketika kasih sayang itu terasa berlebihan, sesungguhnya aku belum siap saat ini.
Kau tahu aku lemah terhadap perhatian dan kasih sayang. Dan begitu kau memberikannya sepenuh hati… seperti seorang anak kecil yang menerima hadiah mobil Jaguar, aku tak tahu harus bagaimana.

Bahkan aku tak bisa menemukan arti di balik kasih sayang yang kamu berikan padaku. Kasih sayang minim kata, tapi sarat dengan makna simbolis yang kueja dengan terbata-bata, dengan pemikiran sederhana yang aku punya.

Aku yang fasih memberi nasihat dan teori tentang hubungan asmara pada orang-orang terdekat, kini kembali menjadi orang yang paling bodoh di dunia ketika dihadapkan pada realita. Karena aku masih belum bisa memahami bahasa primitif dalam cinta.

NB : Bila kau mau, tunggulah sampai saat itu tiba…

Advertisements