Aku sadari, sebuah problem yang kelihatannya kecil bisa menjadi besar dan membesar seperti bola salju berisi kingkong yang digulingkan, karena miskomunikasi.

Aku melakukan ini dan itu. Bagiku itu benar dan aku menjalankan kewajibanku.
Tapi ada saja orang yang bilang kalau ini dan itu yang aku lakukan tidak cukup.
I’m fine kalo mereka bicara di depanku, person to person.
Tapi kenapa aku lebih sering mendengar keluhan mereka, dari temannya-temannya-teman dst, alias mereka nggak bilang langsung ke aku.

Aku orangnya kadang blak-blakan, kadang lebih suka memendamnya sendiri.
Tapi yang pasti, aku lebih suka mereka bilang langsung ke aku, apa kekuranganku dan apa yang harus aku perbaiki. Aku nggak suka orang yang berkata-kata manis tapi di belakang mengeluh tentang aku dan sekitarku. For me, it just like a back-stabber. Itu lebih menyakitkan daripada dikritik secara langsung.

Tapi aku menyadari, kalo aku juga salah. Aku lebih suka memendam masalahku sendirian, mencoba mengatasinya dengan kekuatanku sendiri. Walau pada akhirnya mungkin ada saja orang yang mengira aku sok kuat dan nggak mau berbagi.

Teman, bukannya aku gila hormat atau apa, tapi tolong, jangan hanya melihat kekurangan kami. Team kami memang rata-rata orang sibuk, tapi jangan anggap kami tidak melakukan apa-apa. Setidaknya, hargai apa yang sudah kami lakukan. Motivasi kami, jangan hanya membebani kami, karena kami hanya manusia tidak sempurna yang membutuhkan perhatian dan dukungan.  Bicaralah pada kami, jangan salahkan satu orang saja. Itu bukan salahnya, itu adalah masalah kami juga. Lihatlah dari sudut pandang yang berbeda. Kami hanya ingin dianggap sebagai manusia dan sebagai team yang berusaha untuk bangkit sebisa mungkin…

NB : Untuk teman-teman seperjuangan di organisasi tercinta…

Advertisements