melihat tanpa bisa melakukan apa-apa

beberapa hari yang lalu, waktunya liburan. Ada di rumah hampir setiap hari, jika tidak mengurusi suatu kegiatan yang bukan skala kecil. Menyempatkan diri untuk membaca buku-buku pengembangan diri, bagaimana menjadi orang yang bahagia dan tidak meributkan hal-hal kecil.
Ya, aku masih sering sekali meributkan hal-hal kecil, melihatnya dengan kaca pembesar dan memusingkan apa saja yang harus dilakukan, tanpa bertindak apa-apa. Dan kemudian aku mulai bisa berdamai dengan diriku sendiri. Mungkin tidak bisa langsung mencintai diri sendiri sepenuhnya, tapi itu sudah cukup.

Selama itu pula, aku hanya memikirkan bagaimana acara yang sedang aku kerjakan, tugas-tugas yang belum terselesaikan, bagaimana cara belajar untuk meningkatkan prestasi, dsb.

Lalu aku mulai bergerak, membuka jendela, melihat dunia luar. Dunia masih sama, media masih sering menayangkan  kepalsuan, kepedihan dan kekerasan di luar sana. Perang, pembantaian, kekerasan rumah tangga, penganiayaan, bencana alam, sinetron tak bermutu, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia…
Aku bertanya pada-Nya, inikah ujian yang harus kami lalui? Di saat moral dan hati nurani terkikis sedikit demi sedikit, yang aku punya hanyalah harapan: bahwa kami bisa melaluinya, untuk menjadi manusia yang lebih tegar dan tangguh, dimana cinta dan kedamaian menjadi bahasa dunia. Amin.

NB : mohon maaf lahir batin, minna-san. Selamat Idul Fitri 1428 H.

Advertisements

3 thoughts on “melihat tanpa bisa melakukan apa-apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s