Kali ini sepertinya mengacu pada kondisiku akhir-akhir ini. Kelelahan tanpa sebab yang jelas (jelasnya banyak berpikir), pikiran kacau, mudah emosi, dan tugas-tugas yang melimpah tapi tak sanggup untuk bilang tidak.

Jadi ceritanya aku disuruh orangtuaku membeli sesuatu-entah-apa-tu di lokasi yang lumayan jauh (sekitar kampus). Aku dibekali sepeda motor matic (yang bisa aku pakai, walo belom ahli :p). Trus tiba-tiba muncul Sophia Latjuba (ga tau gimana caranya ko ada orang ini :p) yang mau pinjem sepedaku itu, dituker sama sepeda motornya yang bukan matic. Tanpa banyak basa-basi dan aku belum sempat bilang tidak, dia sudah kabur duluan bawa sepedaku. Bimbang harus memilih antara bawa sepeda motor yang ga jelas ntar nasibnya, atau naik angkot padahal da malem (yah saya kan angkoters :p), aku putuskan yang kedua.

Dalam perjalanan ke tempat biasa aku nyegat angkot, aku bertemu sahabatku. Dia meminta tolong untuk menjagakan anjingnya yang super galak-tampang anjing herder untuk jalan-jalan. Dia sendiri terlihat sangat sibuk dan kacau. Aku yang tak bisa berkata tidak (padahal aku ga begitu suka anjing. Suka liatnya, takut ndeketinnya) pun mengajak anjing itu jalan-jalan. Dicakar (emang kucing?), digigit, dsb menjadi makanan utama. Tapi aku tetap gigih dan membelainya walau aku digigit (padahal terakhir digigit hewan adalah saat digigit hamsternya Mbak Fa *kedipz*). Setelah mengajaknya jalan-jalan, aku kembalikan ke pemiliknya.

Di tempat nyegat angkot, aku bertemu dengan pengemis yang abis dimaki-maki orang (aku lupa alasannya). Karena kasihan, aku berikan uang itu. Padahal itu adalah ongkos aku untuk pulang-pergi.

P ada akhirnya, karena tak ada uang dan sudah kemaleman, aku putuskan kembali ke rumah, dengan tangan kosong.

Sounds similar? Inginnya bertingkah seperti malaikat, menerima tugas tanpa mengeluh, mengerjakan semuanya dengan baik, dan tetap tersenyum. Tapi nyatanya orang-orang pada ngelunjak minta dibuatin ini-itu, hal-hal yang sepele, karena kamu tidak bisa bilang TIDAK.

Hal-hal yang kecil dan sepele lambat laun menjadi beban di pundak dan di pikiran, terutama dengan bodohnya kamu sering menunda-nunda pekerjaan satu demi pekerjaan yang lain. Dan ketika pekerjaan itu ga beres, mereka akan menyalahkan dan menganggap betapa tidak becusnya kamu.

Aw. That’s hurt, anyway. Mungkin ada yang bilang, “Lo ko cengeng banget sih? Kenapa ga bisa nolak pekerjaan itu kalo ga sanggup? Kenapa lo cuma bisa ngeluh tapi pekerjaan lo ga becus? Ngaca dong ngaca!!”

Aw. Itu lebih menyakitkan lagi *nyengir*

Advertisements