Sebelum aku bercerita, ada yang ingin kutanyakan.

WordPress ganti design ya?? (ditimpuk sandal, baru tau nih). Tapi kok jadi sebagian berbahasa Indonesia. Jadi bingung. Lagipula rasanya lebih nyaman dalam bahasa Inggris. Semakin bingung saat membaca “numbering” jadi “senarai berurutan” (maap bahasa Indonesia saya ga pernah dapat 9 :p)

Apa kabar teman-teman semua? Yang disana..?? (aduh jadi kayak jumpa fans gini :p)

Masih berjumpa dengan mahasiswi yang pemalas dan suka makan ini. Maklum masih dalam rangka UTS, stress + mendadak sering belajar = nafsu makan menggila :p

Begitu juga hari ini. Ujian yang gampang-gampang susah (soalnya gampang, jawabnya susah) si Kapita Selekta telah dilalui. Selesai ujian pun masih ada saja yang bertingkah aneh. Sertifikat dan vandel yang terlupakan. Surat pengantar PKL yang terselip entah kemana (biarkan petugas Akademik yang mengurus). Proposal PKL dan IRN 2008 yang (lagi-lagi) terlupakan. Dan sejumlah kerikil-kerikil kecil yang membuatku tersandung.

Dari pinggir jalan

Tak biasanya aku pulang sendiri. Biasanya aku pulang dengan teman-temanku yang tak pernah berhenti berbicara sepanjang perjalanan, atau nebeng teman yang bawa sepeda motor hingga gerbang depan. Tapi tidak hari ini. Dan mau tak mau, rasanya ada yang hilang. Padahal dulu aku begitu terbiasa berjalan sendiri. Kini saat aku harus berjalan sendiri lagi, semuanya terasa ganjil. Pernahkah kamu merasakan hal yang sama?

Dan alhasil dengan semua perasaan yang aneh itu, bukannya langsung pulang, aku malah mampir dulu ke mall yang sekarang sepi gara-gara ada Mato*. Makan di KF*, sendirian. Dulu aku terbiasa makan sendiri. Sekarang semuanya terasa ganjil. Aku malah ingat kenanganku dengan Adek sebelum dia berangkat ke Jerman. Tapi itu sebatas kenangan. Sebagai gantinya, aku coba produk baru, Salsa Crispy. Ternyata itu tortilla dipotong-potong dan ada bumbunya yang pedas tapi enak. Ada potongan entah tomat atau pepaya, yang penting enak :p

Untuk menghilangkan rasa kesepian (seperti anak hilang), aku buka e-mailku, dan membalas e-mail sahabatku yang sekarang bekerja di Jerman. Miss u, Lyt. I’ve replied ur message 🙂

Dan ketika aku pulang, aku menemukan kehangatan yang aku rindukan. Kehangatan keluarga. Minus durian yang baru mereka beli tentunya. Dengan wajah sumringah dan bau durian kemana-mana. Durian memang bukan makanan manusia :p :p (maap bagi pecinta durian :p)

Selamat sore, selamat menikmati senja.

NB : Foto tersebut aku ambil saat aku baru turun dari angkot, dalam perjalanan pulang. Senja selalu menjadi obyek yang menarik untuk diabadikan…

Advertisements