Aku mengenal seseorang yang dulu, dan sampai sekarang aku anggap almost perfect.

Dia pintar di bidang akademis (IP-nya tak pernah turun di bawah 3), seorang aktivis, mendapat beasiswa, bisa menyanyi, mempunyai banyak teman dan koneksi, enak diajak curhat atau diskusi, ahli di bidang komputer, pintar masak, dan segudang kelebihan lainnya.

Dulu aku iri padanya.
Mengapa dia bisa segalanya, sedangkan aku biasa-biasa saja.

Tapi sejak aku mengenal lebih dekat, mendengar kisahnya, mengetahui masa lalunya, aku mengerti.

Aku mengerti apa yang membuat dia seperti ini.
Dia bukan jenius yang tidak berbuat apa-apa.

Dia menjadi seseorang yang luar biasa seperti sekarang, karena dia berusaha lebih gigih dari orang lain.

Lebih bersikap positif, lebih berpandangan ke depan, lebih berusaha dan tidak pantang menyerah.

Dia adalah seseorang yang menghadapi rasa takutnya yang terbesar, dirinya sendiri.

Dia adalah seseorang yang membentuk dirinya hingga saat ini dengan jerih payahnya sendiri.

Keadaan tidak membuatnya terpuruk lebih dalam, tapi membuatnya semakin kuat dan bertahan.

Dia adalah seseorang yang memberi motivasi, menguatkan hati, pemberi semangat, yang selalu memperhatikan orang yang disayanginya.

Dia adalah orang yang sampai sekarang membuat aku berpikir,
“Jika dia bisa, mengapa aku tidak?”

Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mempertemukan aku dengannya..

Deep inside my heart, this is for you, Nikkou-chan…Photobucket

Advertisements