Untuk pertama kalinya, jauh dari rumah. Ngekos di Sidoarjo, dalam rangka PKL di pabrik pembekuan udang ekspor. Sekamar diisi 3 manusia, kos campuran cewe-cowo (karena emang kos-kosan daerah pabrik), dibekali 2 lembar tikar dan selembar kasur gulung, mandi dan acara ke belakang lainnya harus nimba sumur dulu. Kalo makan ya cari sendiri di seputar situ.

Untuk pertama kalinya (atau kedua kalinya?) homesick selama 3 hari. Kangen warnet langganan tempat biasa ngegame online, kangen makanan rantangan di rumah, kangen rental komik dekat kampus, kangen lalapan mujair bakar lesehan bambu, kangen kasur dan segala perabotannya, kangen teman-teman yang juga lagi PKL…

Belum lagi diiming-imingi seorang teman yang sepulang dari working camp di Kondang Merak, ikut pesta ikan bakar di sekret. Teganya dia melakukan semua itu…

Tapi dari sini, aku belajar beranjak keluar dari comfort area. Belajar untuk jauh dari rumah. Belajar untuk mengenal dunia nyata di luar kehidupan kuliah dan organisasi. Belajar untuk team work dengan orang lain. Belajar untuk memberanikan diri, menghadapi rasa takut untuk berbicara, rasa takut untuk menyapa orang lain, rasa takut untuk melakukan hal-hal baru.

Mulai dari nimba air sumur, berhadapan dengan kecoak, sampai belanja ke Pasar Wonokromo (padahal lokasi kos ada di Waru, Sidoarjo).

Semua hal yang terjadi, mengajariku hal-hal baru, dan menyadarkanku pada suatu hal :

Bersyukurlah atas segala hal yang kamu miliki. Kamu baru merasa kehilangan saat semua yang kamu miliki, yang kamu rasa biasa-biasa saja, tidak ada di genggaman tanganmu lagi. Dan saat aku pulang ke rumah, semua terasa begitu hangat, begitu nyaman, dan membuatku berbisik, “I’m home…”

Advertisements