“” Life can be like a roller coaster…
And just when you think you’ve had enough,
and your ready to get off the ride and take the calm, easy merry-go round…
You change your mind, throw you hands in the air
and ride the roller coaster all over again.
That’s exhilaration…that’s living a bit on the edge…that’s being ALIVE.”

(Stacey Charter)

Yap, sesaat aku mengira hidupku akan begitu-begitu saja, tapi sesaat kemudian dunia seakan-akan jungkir balik di depanku. Beberapa hari yang lalu, Bapak masuk rumah sakit. Aku langsung ke sana dengan meminta bantuan seorang teman. Sampai di sana, aku melihat Bapak tergolek lemas, di lengannya dipasang selang infus. Ibu sendiri ada di sana menunggu di sampingnya. Kemudian aku bersama temanku pergi keluar beli titipan Bapak. Sabun mandi, minyak kayu putih, dan… bubur ayam! Sampai di RS, aku ditelpon my sunshine. Senang bercampur lega rasanya mendengar suaranya…

Kemarin, Bapak sudah mulai baikan. Selang infusnya juga sudah dicopot. Aku menghubungi my sunshine, menanyakan dia minta hadiah apa (karena minggu depan dia ulang tahun).

Setelah itu, entah kesambet setan apa, aku menghubungi the heart-breaker. Aku memintanya untuk menemaniku cari kado untuknya*. Dasar pemikiranku adalah seleraku dan seleranya sama atau istilahnya selera “distro”. Ternyata dia menyanggupi untuk mengantarkanku Sabtu Malam. Sounds weird, ga biasanya dia yang tiap weekend pulang ke negaranya**. Tapi aku ga ambil pusing, itu urusan dia. Lalu aku mampir ke tempatnya, kita ngobrol macam-macam, mulai dari PKL sampai ke “siapa yang deket sama kamu sekarang”.

Dan malam itu, aku dan dia terlempar ke masa lalu, tenggelam dalam kenangan… Padahal aku mengerti, dia sudah ada yang punya, dan aku pun telah menitipkan hatiku pada seseorang.

“Walau ku tak lagi sendiri…

Namun kau tetap saja menghantui…

walau ku tak lagi sendiri,

ku takut jatuh cinta kepada dirimu lagi…”

(Takut, by Stereomantic)

Mungkin bila aku sedang berada di roller coaster, aku sedang berada di tikungan dengan kecepatan tinggi. Antara senang, takut, dan berdebar-debar apa yang akan terjadi selanjutnya. Well, malam itu aku memang tidak bisa tidur. Tapi aku menganggap bahwa malam itu adalah sebuah kejutan atau letupan yang terkadang hadir di dalam hidupku untuk menyadarkanku bahwa hidup itu tak selamanya ada di jalan yang lurus…

NB:

-nya* : refers to my sunshine, bukan the heart-breaker, ato satpam depan rumah :p

** : kampung halamannya

Anyway, happy independence day 🙂

Advertisements