sepertinya mellow mode on mulai kambuh, jadi mohon dimaafkan ya… *lirik big sistah yang suka sepet liat ni tulisan mellow yellow mulu. wekekeke*

Hari ini aku menikmati liburan dengan ibu dan sahabat-sahabatku. Jadi miss shopping (kapan lagi? :p), dan sorenya keluar bareng sahabat-sahabatku. Buka puasa di Saboten (nyamm~), dan sempat bercerita ini dan itu. Mereka mampir ke rumah, salah satu diantaranya mencoba mencari masa lalunya. Aku pun begitu. Aku tersentak betapa jauhnya aku melangkah mencari jejak mereka. Ya, mereka di sana. Tersenyum lembut. Yang entah kenapa semakin menguatkan perasaan tidak enak ini. Ada sesuatu yang salah. Hati nurani yang aku tutupi selama ini. Ya Allah, aku bersyukur atas segala hal yang Kau berikan padaku. Jangan biarkan aku tersesat lagi dan tenggelam pada penyesalan, Ya Allah…

Perlahan tapi pasti, biarkan aku melangkah sendiri.

“Malam memang terlalu indah dengan bintang-bintangnya,

menikmati mimpinya, dan sejuk selimut embunnya.

Namun aku tak tahu esok kemana,

dan apa yang harus aku lakukan.

Tapi aku sadar kaki ini akan melangkah dan melangkah.

Di depan sanaΒ  samar lentera terkedip dalam gelap.

melangkah, berlari…

Aku harus tetap terus melangkah.

Aku yakin lentera itu akan bersinar terang dan menuntunku.

Dan kumulai langkah baru hidupku.

Tomorrow’s way. Happy Birthday…”

(puisi dari seorang teman yang diam-diam ternyata puitis juga *plaks* Makasih ya bwat puisinyaaa… *lirik seseorang yang cepat-cepat kabur* :p)

Advertisements