Di suatu tempat, dengan pena hitam dan merah,
aku menulis tentang semua hal yang aku rasakan.
Tawa dan senyumku, di depan kawan-kawanku,
Walau terkadang itu palsu.
Apa yang aku lihat, aku dengar, aku rasakan dengan sekujur tubuh dan pikiranku.
Sedih dan ketakutanku, yang tidak semua orang tahu.
Bahkan pernah suatu kali aku bertanya pada seorang kawan,
“Have you ever feel so empty, like there’s a black hole in your heart?”
Dan ya, sampai sekarang lubang hitam itu masih ada,
menyisakan pahit dan terkadang gangguan pikiran tiba-tiba,
hingga aku selalu ingin lari dari kenyataan.

Dan aku pun berkata pada diriku sendiri,
“Jangan manja, Lya. Dunia tidak akan berhenti berputar walau tidak ada kamu. Stop acting like a drama-queen dan nyalahin siapapun, termasuk dirimu sendiri. This is not your day, but believe me, it’s not the end of the day…”

Dan aku pun tersenyum, menghapus air mata dengan kedua tanganku sendiri.

Advertisements