Hari ini, setelah sekian lama dia menghilang tanpa jejak, dia muncul di hadapanku.
Dia, yang pernah kupanggil dengan nama matahari terbit.
Dia tetap bercahaya, tapi sinarnya terasa menyakitkan. Di sudut ruang aku menyendiri, menjauhi sinarnya setiap kali mendekat. Aku tak tahu apa yg dia pikirkan saat dia melihatku, yang dingin dan membeku. Aku tak perduli, dan tak ingin perduli lagi.
Bagiku biarlah bintang-bintang penerang yang menemani malamku, tersenyum selalu, menikmati hari bahagia saat itu.

Happy bday, yis. makasih traktirannya. kadonya nyusul 🙂

Advertisements