Momo The Girl God of Death (Shinigami no Ballad)

“Saat seseorang meninggal, tentu akan ada orang yang ditinggalkan. Mereka yang merasakan penyesalan, mereka yang merasakan kehilangan. Mereka yang belum sempat mengucapkan selama tinggal, mereka yang tak sanggup melangkah terus ke depan. Pada mereka, akan datang seorang dewa kematian berwarna putih dan kucing hitamnya.”

Diadaptasi dari novel berjudul Shinigami no Ballad karya Keisuke Hasegawa, komik yang digambar oleh Asuka Izumi ini terdiri dari kumpulan cerita pendek yang berdiri sendiri, walau terkadang ada cerita yang memiliki benang merah dengan cerita sebelumnya. Semua memiliki inti yang sama: penyesalan dan kehilangan. Seringkali dalam suatu kehilangan, ada penyesalan yang dirasakan oleh yang ditinggalkan. Menyesal belum sempat meminta maaf, menyesal belum mengucapkan selamat tinggal, menyesal tidak berbuat apa-apa sebelum ditinggalkan… Saat itulah, seorang dewa kematian berwarna putih (Momo) dan kucing hitamnya (Daniel) akan datang dan mempertemukan yang meninggalkan dan yang ditinggalkan, agar penyesalan itu terselesaikan, dan kemudian yang meninggalkan bisa pergi dengan tenang dan yang ditinggalkan terus berjuang untuk hidup.

momo
gambar dari sini

Kumpulan kisah yang lembut, sunyi, tapi terasa ramah dan menyelimuti tubuh kita dengan hawa yang tenang dan hangat. Rasanya kita bisa melewatkan waktu yang menyenangkan, lalu dipenuhi dengan kegembiraan, dan menemui banyak keajaiban setiap hatinya.

“Tersenyumlah dan tetap berjuang untuk hidup, karena kamu tak pernah sendiri… Aku akan selalu hadir di hatimu.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s