Dan satu kerikil yang terlihat sebagai gunung, telah terlewati.

Bagi yang tahu, tadi pagi jam 8 saya melaksanakan ujian akhir (kompre). Setelah melalui puluhan malam dengan insomnia dan tidur lebih awal, puluhan malam bersama angka-angka yang tidak saya mengerti, berkali-kali konsultasi, dan berulang kali depresi, akhirnya tadi pagi tiba waktunya.

Dihancurkan, masih bisa tertawa, walau dalam hati menangis. Perjalanan masih panjang, dan tidak menutup kemungkinan revisi ditolak lagi sebelum pada akhirnya disetujui. Mengejar ketertinggalan, membayangkan 2 pekan dengan jadwal yang penuh, sudah membuatku lelah terlebih dahulu.

Hari ini mari kita bersenang-senang dahulu, seakan-akan tiada esok hari. Besok kita mulai hari baru, dengan semangat baru (dan bekerja lagi di akhir pekan). Selamat malam, selamat menikmati secangkir teh tarik hangat πŸ™‚

NB: galau melanda. “The Lovers” memberi pertanda. Dan aku ingin jadi teleskop Hubble, terbang tinggi menembus atmosfer, lepas dari kepekatan perasaan yang begitu kental, hingga nyaris membuatku hancur lagi. Tuhan, kuatkan aku selalu…

Advertisements