Time.

Ya Allah,

Maafkan aku yang tak mensyukuri nikmat yang Kau beri, padahal jika aku memandang langit biru yang cerah, segala hal yang baik di sekitarku, segala hal yang masih kumiliki dan berfungsi dengan baik, sesungguhnya tak pantas aku menyia-nyiakan semua itu dan berkeluh kesah karenanya.

Lagu “Forget Jakarta” milik Adhitia Sofyan menyadarkanku bahwa sebenarnya kenyataan tidak seburuk itu. Pikirankulah yang membentuk suasana hati jadi buruk. Segalanya ada di tanganku, dan jujur saja, itu membuatku takut, sekaligus bersemangat untuk bekerja. Jika gagal, bukan orang lain atau situasi yang patut disalahkan, tapi aku sendiri yang melalaikan dan melupakan hal yang penting.

Waktu datang, bergulir, tanpa ada tekanan untuk datang lebih awal atau lebih lambat. Waktu itu sendiri berjalan, tak peduli manusia akan bersyukur atau memaki. Dan pada akhirnya, kembali pada manusia itu sendiri, akankah hanya diam, tak berbuat apa-apa dan hanya bisa mengeluh ini itu, atau bergegas mengikuti waktu itu sendiri, membuka semangat pagi dengan bersyukur dan tersenyum bahwa hari ini masih ada kesempatan untuk melakukan hal-hal yang terbaik.

Ya Allah,
Saat aku lelah, bolehkah aku bersandar pada-Mu?

tea for two. in between, a glass of water 😀

Advertisements

4 thoughts on “Time.

  1. kadang2 waktu berjalan sangat cepat dan kita kesulitan untuk mengejarnya. kadang2 semua justru berjalan lebih cepat dari yang direncanakan. kadang2 hidup ga memberi apa yg kita minta, namun justru memberi yg lebih baik dari yg kita minta 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s