Tiba-tiba baru merasa ini sudah tanggal 6 Februari. Tahun 2010. Dan aku sudah berjalan sejauh ini, setelah menoleh ke belakang, membaca kembali to-do-list apa yang ingin aku lakukan selama 5 tahun belakangan, buku-buku harian mulai dari jaman SD sampai sekarang (yang tentu saja masih tersimpan dengan cukup rapi πŸ™‚ ). Membaca kembali semua perjuangan yang membuatku berkali-kali terjatuh dan bangun lagi, saat-saat pahitnya kenyataan berkali-kali membuatku ingin menyerah, dan saat-saat dimana secercah senyum pun bisa melelehkan hati yang sedingin salju.

Aku menyukai kenangan yang manis, dan membungkusnya seperti permen sehingga saat aku merasa galau, aku cukup mengambil satu dan membuka bungkusnya yang secerah mentari, menikmati setiap perasaan hangat yang menyelip di sela-sela pikiranku.

Tentu saja terkadang masih ada kenangan buruk yang ingin aku buang jauh-jauh, atau menghapusnya hingga yang namanya mendadak-emosi-dan-galau-berkepanjangan tak terjadi. Semestinya aku melepas kenangan buruk seperti melepas perahu kertas ke sungai, membiarkannya mengalir dan menjauh pergi. Bukan berarti melupakan, tapi lebih pada memutuskan ikatan emosi yang menjerat di setiap langkah untuk maju. Sehingga saat tak sengaja bertemu lagi, aku bisa tersenyum, memaafkan dan berlalu tanpa merasa terbebani.

Marah, kehilangan, terjatuh, takut, sakit, mengikat kedua kakimu untuk melangkah maju. Senang, senyum, tawa, cinta, bawalah bersama sayap yang mengantarkanmu terbang. Rendah hati, syukur, kepekaan pada sesama, introspeksi diri, simpanlah di saku karena kamu membutuhkan akar untuk tetap menjejak di bumi.

Selamat menikmati akhir pekan, semoga harimu menyenangkan πŸ™‚

Advertisements