Merah.

Merah.

Seperti lampion yang digantung diantara pepohonan di depan sebuah mall. Atau lampu-lampu berbentuk hati, di sebelah pepohonan sakura imitasi berwarna merah jambu. Merah terlihat mencolok, terutama saat hawa dingin menyergap setelah hujan berlalu, dan senja yang jadi kelabu.

Andai di depanku ini bukan mall, apakah lampu-lampu hati dan lampion-lampion merah itu akan tetap ada?

Entahlah, yang kuinginkan saat itu adalah memetik satu dan membawanya pulang ke rumah. Akan kupasang di teras rumah, menjadi pengganti lampu neon putih yang tak romantis πŸ™‚

NB: special thanks for Ruli & Nyah. Ada udang di balik rempeyek, pasti ada hikmah di balik segala kesialan yang terjadi waktu itu πŸ™‚

lampion merah di depan matos

Advertisements

7 thoughts on “Merah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s