Kapan terakhir kali aku nulis tanpa mikir gimana EYD-nya dan tanpa menggunakan bahasa melankonis tingkat tinggi yang ga semua orang bisa ngerti?

Jaman SMA mungkin *suddenly reading my old entries*.

Masih cupu, masih pusing-pusingnya menjalani kehidupan sekolah yang tiap hari ulangan-tiap hari ada pe-er. Tapi juga lebih bebas dalam bercerita. Tanpa ada tuntutan apa-apa untuk jadi panutan atau referensi ilmiah orang lain. Karena bagiku ini adalah sarana untuk menyalurkan hasrat (blah) untuk menyampaikan pendapat yang suka belepotan kalo di depan orang. Tapi bukannya malah ga maju-maju ya kalo ga dilatih? Ah shhtt… jangan bahas itu sekarang. Bukankah saat ini kamu ingin berbicara lebih lantang daripada sebelumnya? Mari kita urai benang kusut di pikiranmu dengan menulis apa yang ada di pikiranmu sekarang. Ya… SEKARANG!

Pada suatu hari… hari ini orange boy ulang tahun! yaay… makan-makan! 😀

gambar diambil dari sini

Advertisements

8 thoughts on “

  1. Kapan terakhir kali aku nulis tanpa mikir gimana EYD-nya dan tanpa menggunakan bahasa melankonis tingkat tinggi yang ga semua orang bisa ngerti?

    jiahh… saya sampe sekarang masih kesulitan menemukan bahasa komunikasi tekstual yang paling efektif namun tetep memiliki aspek aestetis loh :mrgreen:

    dan yaa, nggak semua orang ngerti apa yang saya tulis, saya anggap aja itu bahagian dari konsekuensi dari saya mengeksplorasi bahasa komunikasi itu sendiri 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s