Tak Selamanya.

Ikhlas itu tidak semudah apa yang dibayangkan atau diucapkan, karena kepekatan emosi membuatmu enggan untuk merelakan apa yang sudah terjadi.

Satu babak selesai. Meninggalkan jejak yang kabur dan rasa bersalah terhadap mereka yang meminta pertolongan tapi aku tak lagi mampu mewujudkannya. Tak selamanya aku bisa jadi malaikat manis yang mengabulkan semua permintaanmu, kawan. Karena kini sayapku sudah luntur dan menggenang bersama hujan. Dan jangan paksa aku untuk mengenakan sayap mainan dengan pernik-pernik disana-sini, karena aku tak akan pernah bisa kembali, aku tak akan pernah terbang lagi kesana. Tapi kalau kau mau bersabar, aku masih bisa membantumu sebisaku, tapi dengan syarat kamu pun mau menjadi pembelajar sejati, tak mengeluh dan tetap bersabar. Dan percayalah, kamu pun bisa melakukannya tanpa harus tergantung padaku selalu…

langit di depan mataku, setengah kelabu

Advertisements

4 thoughts on “Tak Selamanya.

  1. karena setiap insanpun bagaikan koin yang punya dua sisi, setidaknya kita kudu paham betul perkara itu. dan yap, ikhlaspun berat, tak semudah pengucapannya.

    btw, sesi kontemplasi kah? :-/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s