dicomot dari sini

Sudikah kamu berdamai dengan dirimu sendiri?

Sudikah kamu berdamai dengan dirimu sendiri, menerima baik burukmu, baik yang termaafkan maupun yang tak termaafkan?

Jika kamu sulit memaafkan dirimu sendiri, bagaimana kamu bisa memaafkan orang lain?

Kamu bisa berkata, “aku memaafkan, tapi aku tak melupakan,”

Lalu kemana kata-kata “tak melupakan” itu pergi? Apakah ia bersemayam bersama rasa sakit yang masih kamu rasakan saat kamu mengingat peristiwa itu lagi? Ataukah ia sudah menjadi selembar foto abadi yang emosinya sudah mengering, dan yang tertinggal adalah sejarah bahwa kamu pernah mengalaminya?

Berhati-hatilah, karena bisa jadi sebenarnya kamu menyimpan memori pahit yang bisa muncul sewaktu-waktu, dan menghancurkan semua yang sudah kamu bangun selama ini.

NB: aku juga menyimpan beberapa kepingan memori yang aku anggap, “dimaafkan, tapi tak dilupakan,” dan rasanya seperti menanam bom waktu dan menyiraminya dengan rasa bersalah.

Advertisements