Kita.

Ini bukanlah cerita yang berakhir dengan indah.

Tahukah kamu, tak pernah ada nama “kita” di antara aku dan kamu?

Aku dan kamu bercakap-cakap, tertawa, menangis, dan menyesap kopi bersama,

Tanpa pernah menyentuh kata “kita”.

Karena “kita” adalah kata terlarang yang menghancurkan ilusi yang aku dan kamu bangun bersama.

Ilusi yang semanis madu, yang lambat laun menjadi candu.

Tapi sebelum aku terlanjur membunuh diriku, ijinkan aku bertanya,

“Apakah pernah ada kata ‘kita’ di hatimu?”

Senyum menghilang dari wajahmu, dan aku tahu, kamu akan pergi menghilang dari hadapanku, tanpa menjawab pertanyaanku.

Ini bukan cerita tentang saya. Kalaupun berdasarkan cerita nyata, ini adalah cerita orang lain yang mungkin, anda pernah merasakannya.

NB: postingan yang (lagi-lagi) mellow. Maafkan saya, yang seringkali dilanda galau tak bertepi 😉

Advertisements

4 thoughts on “Kita.

  1. textually deja vu… 😐

    etapi kalimatmu keren, mbakyu.

    Ini bukan cerita tentang saya

    ya ya ya… makanya judulnya KITA

    NB: postingan yang (lagi-lagi) mellow. Maafkan saya, yang seringkali dilanda galau tak bertepi

    same here. masih males nulis, tapi maksa nulis lantaran bengong dan bingung mau ngapain 😐

    1. ha… pernah mengalaminya? atau seakan-akan pernah mengalaminya?

      iya, kalo udah bengong dan bingung mau ngapain, apa aja ditulis, kalo bagus diposting, kalo ga karuan ya simpen di draft :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s