Apa itu Alpha Wife?

Alpha wife adalah seorang istri yang lebih sukses pencapaiannya di bidang karier maupun bisnis daripada suaminya, dan merekalah tulang punggung dalam rumah tangga. Dalam kehidupan sosial, kenyataan bahwa wanita dapat memiliki jabatan yang lebih tinggi daripada pria, sudah bisa diterima dengan baik di masyarakat. Tapi bila dibawa dalam kehidupan rumah tangga, bisa jadi timbul masalah perselisihan antara suami dan istri, apalagi kalau satu sama lain tak ada yang mau mengalah dan mementingkan ego masing-masing dalam perselisihan rumah tangga.

gambar dari sini

Buku ini saya pinjam dari perpustakaan kota (seperti biasa, dalam waktu seminggu jatahnya dua buah buku). Dalam waktu satu jam, buku ini habis saya baca. Awalnya, terasa membosankan dan terasa di awang-awang (sebagai manusia yang selama hidupnya mengetahui Jakarta hanya dari cerita saja, dunia fashion terasa jauh dari bayangan, serasa nonton televisi saluran Fashion TV). Namun mendekati pertengahan cerita mulai mengalir dan tak bisa berhenti untuk dibaca.

Pekerjaan Lena sebagai Editor in Chef majalah franchise no.1 di Indonesia dan segala kesibukannya, dibandingkan dengan Eric yang “hanya” guru komputer di sekolah swasta. Tentu saja, dari segi penghasilan pun Lena yang menyubsidi 70% untuk kebutuhan rumah tangganya. Terjadi perselisihan dimana Lena merasa Eric yang tidak bisa memahami posisinya yang sebanding dengan public figure dan masih saja bertahan dengan pekerjaannya sebagai guru dengan pendapatan pas-pasan, bukannya bekerja di kantor yang menawarkan gaji tinggi. Eric sendiri merasa pekerjaannya sebagai guru sudah cukup menyenangkan, walaupun bagi Lena tidak cukup bergengsi dan berduit, tentu saja.

Pertikaian dimana satu sama lain ingin dimengerti, tanpa mencoba untuk mengerti perasaan satu sama lain, perbedaan dalam menyikapi masalah membuat mereka frustasi, hingga suatu kejadian menyadarkan mereka, bahwa yang dibutuhkan adalah mengerti posisi masing-masing dan menghargai peran pasangan dalam rumah tangga. Tak hanya “behind every great man, there’s a great woman,” tapi juga sebaliknya: “behind every great woman, there’s a great man.”

Tentu saja kisah berakhir dengan happy ending dan mudah ditebak. Alurnya mengingatkanku pada Test Pack-nya Ninit Yunita (2005). Walau begitu, tentu saja ada hikmah yang bisa disampaikan dalam buku ini : bahwa peran alpha wife bukan berarti mengijinkan kita untuk berbuat seenaknya terhadap pasangan, tanpa memperdulikan perasaan pasangan itu sendiri. Selalu dibutuhkan komunikasi yang baik dan saling pengertian, tak melulu menuntut untuk dipahami pasangan. Namanya juga Mars and Venus (seperti istilahnya John Gray, pengarang Why Mars and Venus Collide), seringkali beda pemahaman yang ujung-ujungnya miskomunikasi 🙂

NB : saking ga ada bahan untuk diposting, saya memutuskan untuk mereview buku dan kuliner saja sampai saat ini. Untuk urusan pribadi sudah saya serahkan pada yang berwenang, yaitu buku harian manual saya, yang seringkali lebih terlihat sebagai catatan pengeluaran kas daripada uneg-uneg pribadi. Another project of procrastination, sebenernya. Di samping bermain game di buku muka, mengetik tinjauan pustaka mikrobiologi dari laporan terkutuk praktikum mikrobiologi umum dan… bermain-main dengan Polyvore, mainan lama saya dalam mix & match soal fashion. Tak lupa hampir setiap minggu mengirimkan kartu pos untuk #postcrossing, silakan kalau ada yang mau lihat-lihat koleksi saya di sini.

Advertisements