Hari yang Sama.

Hari yang sama, menjelang bulan puasa, sms massal yang bertema ‘mohon-maaf-lahir-batin-selamat-menjalankan-ibadah-puasa’ berdatangan. Bahkan ada yang lupa mengganti nama di akhir sms (kan jadi keliatan kalo forward) *evilgrin*

Hari yang sama, kadar kesinisan meningkat to the max. SMS massal, status lebay, sinetron di depan mata… ingin sekali rasanya berteriak, “GET A LIFE!!”

Tapi kalau dipikir-pikir, lha saya sendiri juga sedang menjalani fase anti-sosial begini.

Duduk di depan komputer, makan kalau laper, mandi kalau gatel, minum kalo haus, tidur kalau ngantuk, selebihnya kembali ke depan komputer atau laptop. Entah ngegame, nulis review, ngerjakan data, nonton variety show favorit Korea favorit saya (dan dengan jaminan bisa ketawa ngakak & stress ilang, saya sukses meracuni teman sendiri dan bikin dia ketagihan *evilgrin*), atau sekedar nulis hal-hal tak berguna seperti ini.

Jangan tanya kenapa nggak kerja, kenapa ga kuliah lagi, kenapa kok ga jalan-jalan, dan sebagainya.

Bahkan pikiran saya sendiri sering berantem untuk masalah ini. Meributkan hal-hal yang mungkin bagi orang lain hanyalah pertanyaan basa-basi saat pertama kali bertemu.

Lalu saya berpikir, kenapa setiap hari harus meributkan hal-hal sepele (atau kalau bukan hal sepele, itu adalah tentang masa lalu)?

Seperti yang pernah saya tulis di status, “Terkadang hidup itu seperti merajut dari benang yang tak pernah habis, atau mengusir debu yang datang setiap hari.”

Mungkin saya terlalu terpaku pada hal-hal sepele, dan melupakan hal-hal yang lebih besar: mimpi yang belum terwujud, mimpi yang bahkan saya sendiri tak berani untuk berkhayal. Mimpi yang tergantung di langit, terhubung dengan tali harapan, tebal tipisnya tergantung niat untuk mewujudkannya.

Apapun itu, jangan putuskan harapan dan jadi pesimis absolut. Hidup itu lebih indah bila dilalui dengan senyuman, bukan? Selamat menjalani ibadah puasa, bagi yang menjalankan dan semoga hari-hari anda terasa lebih bermakna daripada hari-hari sebelumnya.

NB : Selamat ulang tahun untuk sahabat saya yang cantik dan baik hati, salah satu partner-in-crime dalam segala hal. Terima kasih untuk hadir dalam hidup saya dan merubahnya menjadi lebih bermakna 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Hari yang Sama.

  1. ah
    tulisan yang runut dan cerdas. like :3

    Terkadang hidup itu seperti merajut dari benang yang tak pernah habis, atau mengusir debu yang datang setiap hari

    indeed! sometime, i think, that life will be much more better and easy if everything went like what we want 😛

    anw, happy fasting 🙂

    1. mungkin yang kita butuhkan adalah suatu tantangan baru atau keluar dari jalur biasanya, sehingga hidup jadi terasa tak membosankan. asal jangan lupa jalan pulang aja 🙂

      happy fasting, too.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s