Selamat hari Senin.

Ada yang mengeluh seperti ini?

“Waduh udah hari Senin lagi…liburan masih kurang ini…”

Oh, itu saya πŸ™‚

Pergi ke kantor. Buka laptop. Berselancar ria dengan free wi-fi di kampus. Menanti pekerjaan yang datangnya mendadak dan saat itu juga harus selesai (tahukah kamu betapa menyebalkan pekerjaan seperti itu?). Atau multibrowsing, cek e-mail, blogwalking, twitter-an, membaca kicauan orang-orang yang akhir-akhir ini jadi sekedar membalas pesan dengan RT (mungkin namanya juga artis, yang mention mintanya di-RT). Mungkin akan lebih mantap kalau ditemani secangkir teh panas atau kopi susu yang pekat dengan sepiring camilan. Saya bersyukur tidak bisa buka jejaring sosial satunya, yang kalau dilihat dari status-statusnya, sinetron pun kalah seru.

Ah jadi ingat minggu kemarin. Bertukar cerita dengan seorang remaja USA berumur 16 tahun. Menikmati segelas teh tarik panas dengan roti panggang isi srikaya yang legit, sambil nonton tayangan komedi di layar tancap. Memberi sebungkus cokelat almond dan melihat bintang di matanya. Percakapan-percakapan cenderung sinting menjelang tengah malam. Menikmati secangkir kopi susu pekat, setoples makaroni pedas, setumpuk komik yang dipinjam minggu kemarin, di dalam kamar yang hangat sedangkan di luar hujan deras mengguyur kota. Mengamati sepasang kekasih sekaligus sahabat-sahabat saya bercanda di rumah, menyeruput mi kuah telur yang diperkaya dengan cabe rawit 4 buah. Menggunting rambut dan selamat datang di dunia poniwati (ya, saya resmi punya poni sekarang setelah berbulan-bulan potongan rambut ya begitu-begitu saja).

Mungkin minggu ini bisa jadi lebih seru dari minggu kemarin. Bagaimana minggu Anda kemarin?:)

Advertisements