Doctors (Erich Segal, 1988)

Doctors bercerita tentang kehidupan di Harvard Medical School tahun 1962, dengan dua karakter utama Barney Livingston dan Laura Castellano. Di awal diceritakan mulai dari masa kecil keduanya hingga pada akhirnya masuk universitas yang sama. Buku ini dibagi menjadi dua bagian, mulai dari masa kecil Barney dan Laura, masa remaja, hingga masuk Harvard Medical School, bertemu orang-orang dengan berbagai karakter yang berbeda, hingga lulus dan magang di rumah sakit pilihan mereka, serta perjuangan masing-masing karakter dalam menekuni bidang spesialis masing-masing.

Buku ini memang setebal kamus, jadi cukup butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Namun dengan bahasa yang lugas, agak sinis, cerdas, tapi tidak terlalu membutuhkan banyak waktu untuk memikirkan arti setiap kata atau melihat plot cerita (lagipula ada catatan kaki untuk istilah-istilah medis yang dipakai). Bisa dibilang buku ini menceritakan sisi humanis seorang dokter, yang selama ini dianggap hampir setara dengan dewa, mengetahui dan bisa menyembuhkan segala penyakit. Sebenarnya dokter pun juga manusia, yang bisa lemah dan lalai, dan perjalanan untuk menjadi dokter pun tak bisa dianggap mudah. Etika kedokteran dan penelitian, bidang spesialis, serta euthanasia juga disertakan dalam novel ini dan dikemas dalam kata-kata yang memikat dan mudah dipahami.

Sedikit curcol, karena dibesarkan dalam keluarga dokter, saya pun tahu bagaimana perjuangan ibu dan kakak saya selama kuliah, magang, hingga jadi dokter spesialis. Kurang tidur, lebih banyak berada di rumah sakit daripada di rumah, menerjemahkan jurnal-jurnal kedokteran dengan istilah-istilah medisnya yang tidak umum, menghapalkan istilah latin untuk nama tulang, otot, jaringan dan sebagainya sudah jadi hal biasa. Tentu saja, dari segi biaya yang diperlukan untuk ini pun tidak sedikit. Maka, manajemen waktu dan keuangan adalah hal yang wajib dilakukan kalau mau survive.

Overall, buku ini recommended untuk mereka yang mencari pengetahuan baru dengan bahasa novel, atau mereka yang terobsesi-untuk-menjadi-dokter #nomention πŸ™‚

pic dari sini

Advertisements

6 thoughts on “Doctors (Erich Segal, 1988)

  1. Satu hal yang selalu menjegal saya untuk mengakuisisi buku ini adalah harganya yang lumayan. Padahal, kalo dihitung-hitung lagi, pembelian 4 komik sudah cukup menutupinya ya :mrgreen:

    1. iya juga sih, saya sendiri juga ga beli, ini pinjem di perpustakaan kota. mumpung ada, manfaatkan sebaik mungkin untuk pinjem buku2 yang tak terjangkau kantong πŸ˜€

  2. Overall, buku ini recommended untuk mereka yang mencari pengetahuan baru dengan bahasa novel

    indeed. terlebih lagi, Segal melakukan riset serius, bertanya mengenai aspek ilmiah terkait dengan istilah/realitas medis yang ia tuliskan dalam bukunya. entahlah, ketika Reichs melakukan hal yang sama, ada sesuatu yang ‘gagal’ dalam bukunya, sementara sejauh ini, Segal masih belum terindikasi melakukan kesalahan. saya pikir itu yang membikin buku ini menjadi buku hebat :mrgreen:

    atau mereka yang terobsesi-untuk-menjadi-dokter

    thats me 😐 meski begitu, tak selalu yang berbau kedokteran saya akuisisi. pernah juga nemu yang bertematik kedokteran, tapi dangkal secara professional (thats the use of summary) sehingga tak saya akuisisi. sampai sekarang, saya masih penasaran dengan Atlas of Human Body versi McGraw-Hill. dulu mau beli ga jadi, lantaran bukunya udah hancur2an. πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s