The Fall (2006)

Random-picking dari sekian banyak film yang belum ditonton dan duduk manis berdesak-desakan dalam hard disk. Eh ternyata bagus ceritanya 😀 Yang membuat saya jatuh hati adalah sinematografinya (gambar-gambarnya memanjakan mata sekali). Setting dengan belasan negara, termasuk Indonesia (Bali dan tari kecaknya) sukses membius saya untuk tak beranjak dari kursi 😀

sumber foto: dari sini

Ceritanya adalah seorang anak kecil berumur 5 tahun bernama Alexandria (Catinca Untaru) yang dirawat di rumah sakit karena tangannya patah setelah terjatuh dari pohon jeruk. Alexandria senang sekali jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Suatu ketika ia bertemu dengan pasien lainnya, Roy (Lee Pace) yang merupakan seorang stuntman yang mengalami kecelakaan di lokasi syuting. Roy menceritakan dongeng tentang 5 orang yang berbeda bangsa (dan tambahan satu orang lagi yang muncul dari pohon) namun memiliki satu tujuan: membalas dendam pada gubernur Odious. Dongeng tersebut divisualisasikan dari imajinasi Alexandria, jadi yang memerankannya juga orang-orang yang ada di sekitar Alexandria sendiri. Akankah dongengnya diakhiri dengan happy ending? Ga bisa ditebak semudah itu lho, harus nonton sampai selesai 😀

Awalnya saya sedikit kebingungan dengan ceritanya yang berpindah-pindah settingnya, namun harap maklum namanya juga imajinasi dan kenyataan dalam satu film, batasannya juga ga jelas. Aktingnya juga alami dan ga lebay, Alexandria yang polos, plus Lee Pace ganteng waktu jadi Black Bandit 🙂 Dari segi penceritaan dongengnya sendiri, kita diajak melihat dari sudut pandang Roy yang sedang depresi, maupun dari sudut pandang Alexandria yang optimis dalam menghadapi hidup.

Roy Walker: [finishing the story, both he and Alexandria are crying] He can’t win. That’s because our masked bandit is a coward. Yeah. He never took an oath, he’s a fake. He’s a liar and a coward.
Alexandria: You’re lying.
Roy Walker: No. He had his fingers crossed. He has to die.
Alexandria: I don’t believe you.
Roy Walker: He’s dying.
Alexandria: Don’t kill him.
Roy Walker: There’s nothing left for him.
Alexandria: His daughter.
Roy Walker: He wasn’t her father, either.
Alexandria: She loves him.
Roy Walker: She’ll survive, she’s good.
Alexandria: I don’t want you to die. Roy. Don’t kill him. Let him live. Let him live. Don’t kill him. Roy? Promise? And don’t cross your fingers.
Roy Walker: Promise.
Alexandria: Show me your hands.
Roy Walker: [raises his hands] See?

Roy Walker: [to Alexandria] We’re a strange pair, aren’t we?

Yang ga saya suka cuma satu: posternya. Entah kenapa rasanya ga sreg liatnya. Terkesan tempelan di sana-sini. Tapi wong namanya dongeng, mungkin yang bikin juga bingung mau ambil scene yang mana dan unsur apa yang bisa mewakili filmnya *sok tau mode ON*

Advertisements

10 thoughts on “The Fall (2006)

  1. LEE PACE MY MAN!
    *highlightnya jelas cuman ini* =))
    aku baru ngeh dia sebenarnya adalah stuntman justru pas udah akhir-akhir. dodol ya, saking terpesona sama mukanya, fufu.

    coba deh el, kamu nonton serial Pushing Daisies :p

  2. not the type of my movie, tapi sepertinya omongan kamu soal sinematografi-nya yang oke itu bikin penasaran juga. beberapa film biasa bisa terlihat bagus cuman dari sisi sinematografi/gaya penceritaan/sudut pengambilan gambar. itu sebabnya saya suka dengan style dan shooting angle versi Joko Anwar :mrgreen:

    Yang ga saya suka cuma satu: posternya. Entah kenapa rasanya ga sreg liatnya. Terkesan tempelan di sana-sini

    😐

    mayan menarik koq 😛

    1. coba ditonton deh. adegan awal slow motion dalam hitam putih itu buat saya keren loh 😀

      tentang poster, namanya juga selera pribadi. saya lebih suka poster satunya dimana alexandria memakai topeng the black bandit. kontras topeng merahnya dengan kulit alexandria yang putih membuat saya seperti melihat bendera merah putih :))

  3. Saya malah suka sama posternya. Nonton film ini sekitaran satu setengah tahun lalu karena ada satu temen yang heboh banget soal film ini.

    Well, temanya menarik sih 😀 Tapi mirip sama Kurology, this is not my type of movie. Jadinya cuma inget sekilas-sekilas aja 🙂

    1. saya sendiri waktu pertama kali nonton takjub dengan scene-scenenya yang ga monoton dan membuat saya ingin traveling ksana kemari. ceritanya sendiri ga terlalu nyangkut di kepala, baru bisa ngikuti dari pertengahan hingga akhir 🙂

  4. saya juga sudah pernah nonton rasanya. Keinget gara-gara font judulnya :mrgreen:
    Yah… kurang menikmati karena membingungkan. Dan Lee Pace bikin saya ngeh banget di Miss Pettigrew Lives For A Day. Alis dan matanya, cakep. Mana nyanyi pula 😀

    1. ceritanya lumayan membingungkan di awal, lompat lompat mana realita mana dongengnya. tapi lama2 paham sendiri kok 🙂 Lee Pace nyanyi? wow pingin nonton~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s