1. Thank and link to the person who awarded you this award.

Pertama-tama saya ucapken terima kasih sebanyak-banyaknya kepada mauritia yang telah memberikan award ini untuk saya, sebuah kehormatan besar tentunya… *diam sesaat, turun panggung karena sudah diusir dari tadi*

2. Share 8 things about yourself

– Manusia Setengah

Sahabat saya pernah berkata, saya ini manusia paling ga jelas. Tidak jelas pria atau wanita, ganteng atau cantik (tentu saja dari segi penampilan saya yang tomboy dan sikap tidak peduli to the max yang menempel di batok kepala). Terkadang baik seperti malaikat, kadang jahat seperti setan, kadang manis seperti bayi, kadang sangar seperti preman. Mungkin saya ini punya jiwa anak kembar 🙂

Tapi definisi terbaik saya temukan dari si pemuda jeruk (yang mungkin waktu itu mas jin blangkon yang muncul):

Kau adalah kereta

Kereta berjalan sesuai relnya sendiri.Dia tidak terpengaruh mulusnya jalan raya. Dia selalu menampung dan membantu beban orang, seberapapun beratnya. Mungkin sampai tak tertampung. Tapi dia masih kuat. Perlahan dia memecah kemacetan dan penatnya kota, dan membuang kepenatan itu ke lereng gunung, di indahnya pepohonan, di sejuknya bibir danau, di lorong dia ajak petak umpet.

Dia selalu menjadi hiburan bagi siapa saja. Dia tidak pernah mengeluh walau harus kepanasan atau kehujanan. Cat dan dindingnya nampak biasa saja. Namun perlu diingat, reputasinya terhadap keamanan penumpang dari resiko kecelakaan nomor wahid. Dan lagi, dia amat suka disiplin. Saat gunung berapi di Islandia meletus hingga melumpuhkan Eropa, dia tampil terdepan memecah kebuntuan.”

– ‘Permen’

Bukan permen dalam arti harfiah, tapi ‘permen’ disini adalah sebutan hantu made in Indonesia yang seringkali tampil berwarna putih (mungkin baru ada di twitter, Anda menemukan ‘permen’ dengan motif batik atau warna pink, sesuai dengan musimnya). Yah anda bisa menebak itu apa… Dari sekian hantu made in Indonesia tersebut, ‘permen’ adalah sesuatu yang paling menyeramkan. Nonton film horor dengan tokoh utama drakula, kuntilanak, suster ngesot, tuyul, jelangkung atau masuk rumah hantu, saya masih bisa mengiyakan (tentu saja dipaksa), tapi jangan sekali-kali pertemukan saya dengan yang begituan. Dalam mimpi saja sudah cukup *berkeringat dingin*

– Cokelat dan teh hijau

Buat saya, cokelat dan teh hijau merupakan makanan dan minuman favorit saya di saat sedih dan galau. Maunya bilang memicu produksi oksitosin tapi nanti dikiranya hormon yang bertanggungjawab untuk merangsang kontraksi pada rahim saat proses persalinan #plaks

– Puding dan Postcrossing

Sebagai tipikal orang yang (ngakunya) males masak, maka masakan kebanggaan saya adalah dalam bentuk desert: puding! Ada yang lain sih, misalnya salad buah, telur dadar, mie instan, dan spaghetti ‘menu kulkas’ (apa yang ada di kulkas dimasak: ga ada daging cincang, ganti daging burger atau kornet. Ga ada bawang Bombay, ganti bawang putih.  LOL). Selain itu saya juga sedang hobi membuat kartu pos dari berbagai foto jepretan saya. Beberapa korban sudah menerima hasil karya saya dan sepertinya akan tetap berlanjut selama hasrat jepret sana-sini masih muncul *siyul siyul*

– Improvisasi

Improvisasi bisa terlihat saat saya membuat sesuatu. Seperti yang saya sebutkan di atas, spaghetti ‘menu kulkas’ atau cross-stitch tali hape (motif bunga berakhir menjadi motif abstrak), niat lembur ngentri data berakhir dengan multitasking maen game, dengerin lagu, sambil twitteran (ehem).

– Dunia Maya: Ada dimana-mana

Saya punya 3 akun e-mail: untuk pekerjaan, urusan pribadi, dan milis. Tambahkan akun social media yang terurus dan tak terurus: FB, FS, Twitter, Goodreads, Koprol, Plurk, Tagged, Netlog, Zorpia, WAYN, Flixster… you name it. Jangan lupa dunia game online maupun offline: Audition Ayodance, Perfect World, Luna Online, Domo, Restaurant City, Café World, Fashion World, Farmville, Frontierville, Mafia Wars, Plant vs Zombie, Zuma, Plant Tycoon, Dinner Dash… bisa sampai besok kalau saya harus menyebutkan semuanya.

– Newborn-baby

Hobi baru saya adalah memotret, apa saja yang menarik perhatian saya. Dengan kamera HP SE-chan (SE K630i), digital camera Ko-chan (Kodak Easyshare M1073), dan sekarang Disderi 3 Lens (Roboholic). Untuk yang terakhir ini, hasilnya bisa dilihat di sini. Kenapa saya suka sekali dengan toy camera yang analog ini? Ribet, butuh waktu dan butuh biaya tambahan pastinya (film dan cuci cetak), tapi surprise adalah unsur utama yang tak bisa saya dapatkan dari digital point-and-shoot atau photoshop.

last scene: sebelum dibawa untuk cuci cetak, saya sedang duduk di depan FTP dan iseng memotret beginian… dan ajaibnya kok ya jadi bagus dari aslinya 😀

– Tukang timbun

Saya menimbun apa saja. Buku, film, music, artikel-artikel yang berhubungan dengan crafting, self-help, atau lomografi, lemak di seluruh tubuh. Kalau kamar saya belum dirapikan, wujudnya lebih mirip gudang atau kamarnya Nodame (Nodame Cantabile).

gambar dari sini

Oh tentu saja tidak separah ini, apalagi kalau ada Chiaki senpai… *pingsan*

3. Pay it forward to 8 bloggers that you have recently discovered

Yang ada di benak saat ini adalah: buat siapa inih?? Dulu bingung kenapa ga dapet-dapet, sekarang giliran dapet bingung mau diterusin kemana 😀

Sebenarnya ingin melempar balok estafet ke mas-mas dan mbak-mbak senior, tapi sepertinya sudah dapat jadi ya sudahlah, saya persilakan kepada siapa saja yang belum dapat giliran.

4. Contact those bloggers and tell them about their awards

Monggo lho, kalau mau diambil, kan bisa jadi bahan omongan atau malah jadi bahan gunjingan di blog 😉

Advertisements